POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya memperkuat sektor pariwisata sebagai penopang ekonomi daerah.
Dengan melalui audiensi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI).
Audiensi tersebut berlangsung pada Jumat, 7 November 2025 di Gedung Sapta Pesona Jakarta.
Baca Juga: DPRD Karawang Minta Sinergi TNI-Polri Kawal Keamanan Pesta Laut Ciparagejaya
Dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana.
Pertemuan strategis ini membahas rencana pengembangan sektor pariwisata.
Daerah yang turut dihadiri Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, serta Asisten Deputi 1 Kemenpar RI.
Baca Juga: Kemendikdasmen Imbau Sekolah Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025 Serentak 10 November
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan pentingnya kreativitas sebagai modal utama pembangunan ekonomi daerah.
“Untuk itu, kami menggenjot sektor pariwisata, jasa, perdagangan, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ayep Zaki menambahkan bahwa Kota Sukabumi memiliki potensi wisata unggulan seperti wisata air panas Cikundul yang siap direvitalisasi.
Baca Juga: Budianto Dukung Pesta Laut Ciparagejaya dan Dorong Pemerintah Perbaiki Akses Wisata
Ia juga memaparkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan tahun ini mencapai 750.000 orang.
Dan optimistis angka itu bisa meningkat hingga 3 juta pengunjung pada tahun 2026.
“Setiap kali ada kegiatan besar, hotel-hotel di Kota Sukabumi selalu penuh.,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bobby Maulana menjelaskan bahwa pertumbuhan wisatawan di Kota Sukabumi menunjukkan tren positif.
“Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi kenaikan pengunjung sebesar 70,66% atau tercatat 1,141 juta perjalanan,” terangnya.
Baca Juga: Beda Nasib dengan PNS, Begini Mekanisme Mutasi PPPK yang Kini Lebih Ketat
Bobby menegaskan Pemkot Sukabumi terus mengembangkan sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif agar wisatawan tidak hanya datang berkunjung.
Ia juga menyebutkan bahwa dengan selesainya jalan tol seksi 3 pada pertengahan tahun 2026, jumlah wisatawan diperkirakan meningkat hingga lima kali lipat.
Selain wisata alam, Pemkot Sukabumi juga berfokus pada pengembangan seni dan budaya lokal seperti Wayang Sukuraga, Kampung Kaligrafi Lemka.
Baca Juga: 5 Langkah Morning Skincare yang Efektif dan Realistis untuk Pagi yang Super Sibuk
Asisten Deputi 1 Kemenpar menyambut positif inisiatif Pemkot Sukabumi dan menyampaikan bahwa Kemenpar akan menyiapkan 23 lokasi prioritas pariwisata.
“Kami berharap dukungan dari Kementerian Keuangan agar dapat membantu alokasi anggaran untuk kegiatan pariwisata di Kota Sukabumi,” ujarnya.
Kemenpar juga mendorong Pemkot Sukabumi untuk menerbitkan SK Wali Kota tentang kampung wisata, serta mengajukan event daerah unggulan.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kebut Transformasi Sistem Pensiun Nasional, Siap Adaptasi Era Gig Worker!
Menutup pertemuan, Wali Kota Sukabumi menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenpar dan berharap hasil audiensi dapat segera ditindaklanjuti.
“Kita punya keunggulan seperti Kampung Kaligrafi Lemka, Wayang Sukuraga, dan Kampung Naga Odeon,” ujar Ayep Zaki.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan payung hukum bagi kampung wisata agar masuk dalam perencanaan nasional.
“Kita akan dorong usulan event-event daerah agar dapat bersinergi dengan kementerian.
Semoga ini membawa manfaat terbaik bagi Kota Sukabumi,” tutupnya.***




