POJOKSATU.ID – Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meningkatkan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk transportasi kereta api pada tahun 2025.
Kebijakan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap visi besar pembangunan Indonesia, Astacita, yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul, menegaskan bahwa langkah ini sangat strategis dalam mendukung pengembangan transportasi massal di Indonesia.
"Kereta api adalah moda transportasi yang efisien, hemat energi, ramah lingkungan, dan aman. Dukungan BBM subsidi ini sangat penting untuk memperkuat mobilitas masyarakat sekaligus mendorong kemajuan ekonomi nasional," ungkap Rokhmad, Sabtu (25/1).
Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Gandeng Ponpes KHAS Kempek, Santri Nikmati Diskon Tiket Kereta Api
Ia menjelaskan bahwa "Astacita" mencakup delapan cita-cita strategis, salah satunya meningkatkan kualitas infrastruktur dan transportasi publik yang efisien, terjangkau, serta ramah lingkungan.
Pada tahun 2025, alokasi kuota BBM subsidi untuk KAI Daop 3 Cirebon mencapai 5.191.000 kiloliter (KL), meningkat 4,9% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4.947.000 KL.
"Peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung operasional kereta api sebagai moda transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan," ujar Rokhmad.
Ia juga menambahkan, kebijakan ini berperan penting dalam menjamin kelancaran operasional kereta api serta mendukung pengembangan ekonomi daerah.
"KAI berkomitmen untuk terus menyediakan transportasi publik yang efisien, terjangkau, dan ramah lingkungan," pungkasnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan moda transportasi massal, sehingga sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan transportasi yang murah, nyaman, dan berkelanjutan.




