POJOKSATU.id - Keributan antar pendukung pasangan calon (paslon) Pilkada 2024 terjadi di sejumlah daerah.

Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan massa pendukung paslon nomor urut 1 terlibat adu jotos dengan pendukung paslon nomor urut 2.

Kerusuhan diwarnai adu jotos ini terjadi usai pencoblosan Pilkada Serentak pada Rabu (27/11).

Kericuhan ini bermula dari pawai kemenangan yang dilakukan massa pendukung paslon nomor urut 2.

Awalnya pawai berjalan dengan aman. Keributan berawal saat rombongan pawai melintasi posko paslon nomor urut 1.

Rombongan pawai paslon nomor urut 2 diduga menggeber motor saat melintasi posko kubu lawan.

Baca Juga: Endus Politik Uang di Pilkada 2024: Adian Napitupulu: PDIP Dikalahkan dengan Amplop dan Bansos

Hal inilah yang menjadi pemicu keributan antar pendukung kedua paslon hingga terlibat adu jotos di jalan.

Massa kedua paslon juga terlibat aksi saling kejar-kejaran di beberapa titik.

Pemicu bentrok diduga karena pendukung kedua paslon tidak terima dengan hasil hitung cepat.

Masing-masing pendukung paslon tidak terima dengan klaim kemenangan lawan.

Pendukung keduanya sama-sama mengklaim jika paslon yang mereka dukung menang.

Pihak kepolisian membenarkan adanya kericuhan antara pendukung kedua paslon.

Dilansir dari tvOneNews, polisi menyebut jika adu jotos dipicu oleh selisih paham.

Namun kini kondisi di wilayah bentrok telah kembali kondusif dan aman.

Lebih lanjut pihak kepolisian meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.***