POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ada momentum yang tepat saat ini, untuk menghilangkan penyakit akut para Aparatur Sipil Negara ( ASN ) yang sudah mendarah daging.

Momentum itu dengan adanya sistem tilang elektronik ( ETLE ), yang kini sudah mulai di berlakukan di Kota Purwakarta.

Penyakit akut dan sudah mendarah daging di tubuh ASN yaitu, menyulap plat kendaraan dinas ( merah ) menjadi plat kendaraan pribadi ( Hitam ).

Baca Juga: Bank Mandiri Hadirkan DHE Tracker di Kopra untuk Pantau Devisa Ekspor Secara Real-Time

Penyakit akut ASN ataupun pelanggaran tersebut, sudah bertahun - tahun sulit untuk ditertibkan hingga saat ini walaupun sudah berganti bupati.

Beberapa hari lalu Pemerintah Daerah menerima surat pemberitahuan pelanggaran tilang elektronik (ETLE) atas kejadian tanggal 12 Februari 2026.

Dalam surat tersebut, tercatat seorang pengguna sepeda motor kedapatan ASN tidak menggunakan helm saat melintas di Jalan Kapten Halim.

Baca Juga: Masjid Agung Al Karomah Martapura, Jejak Sejarah dan Ikon Religi Kalimantan Selatan

Menanggapi hal itu, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta seluruh masyarakat agar selalu taat terhadap aturan berlalu lintas.

“Ini ada kedatangan surat ETLE, ada salah satu orang dinas. Jangan dipikir tidak ada yang mengawasi, sekarang di Purwakarta ada e-tilang,segera selesaikan ya,” ungkap Om Zein.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul telah diberlakukannya sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Purwakarta.

Baca Juga: Empat Pelabuhan di Banten Siap Layani Mudik Lebaran 1447 H, 81 Kapal Dikerahkan ke Sumatera

“Untuk para ASN dan seluruh masyarakat Purwakarta, jadilah pengendara yang taat. Di PWK sekarang sudah ada ETLE loh. Nanti tahu-tahu ada surat cinta ke rumah,” ujar Om Zein dalam pesannya.

Menurutnya, penerapan ETLE merupakan bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan serta keselamatan berlalu lintas.

Sistem ini bekerja melalui kamera pengawas yang secara otomatis merekam berbagai jenis pelanggaran, seperti tidak menggunakan helm, melanggar lampu merah, hingga tidak memakai sabuk pengaman.

Baca Juga: Liburan Keluarga ke Bali Lebih Nyaman dengan Transportasi yang Fleksibel

Bupati menegaskan bahwa ASN sebagai pelayan publik harus mampu menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat, termasuk dalam hal tertib berlalu lintas.

“ASN harus memberi teladan. Jangan sampai masyarakat lebih tertib daripada aparaturnya,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang ETLE sebagai ancaman, melainkan sebagai pengingat agar lebih disiplin di jalan raya.

Dengan meningkatnya kepatuhan, diharapkan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Purwakarta dapat ditekan.

“Lebih baik tertib dari sekarang daripada harus bayar denda karena surat cinta sudah sampai ke rumah,” pungkasnya.

Momentum adanya ETLE yang sudah diberlakukan, diharapkan juga aparat menindak para ASN yang memalsukan plat kendaraan dinas dari merah ke hitam.

Karena penyakit ASN yang sudah mendarah daging tersebut, sulit ditertibkan selama bertahun - tahun masih banyak berseliweran nomor mobil dinas plat merah yang diganti plat hitam.***