POJOKSATU.id - Entah apa yang ada di kepala mahasiswa KKN Unram, Putri, ketika membuat konten sampai menyinggung warga Desa Kayangan.

Mahasiswa Unram dengan nama lengkap Ni Wayan Apriliani Putri itu bukannya fokus menjalani KKN malah sibuk membuat konten di media sosial.

Dalam konten yang ia buat itu, Putri menyebut gadis-gadis di Desa Kayangan tidak ada yang cantik.

Baca Juga: Mengerikan, Jackson Wang Diserang Seorang Fans saat Melambaikan Tangan ke Penggemarnya di Thailand

Putri dan sejumlah mahasiswa Universitas Mataram (Unram) itu sedang mengikuti KKN di Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Di saat tengah santai, Putri membuat konten yang menyinggung masyarakat Desa Kayangan.

Konten itu diunggah di akun @kkn.desakayangan2023 yang kemudian langsung viral.

Baca Juga: Persiapan Pemilu Serentak 2024 di Sumut Berjalan Baik, Ketua Komisi II DPR RI: Berkat Koordinasi Semua Pihak

"Kita bikin mi. Belum ada jadi mi kita, ditelepon sama pak… 'Hee adek-adek, jam 2 ke rumah saya ya," tutur Putri.

"Padahal acaranya setengah 4. Biar kenapa? Susah ya jadi kembang desa di sini." sambungnya.

"Anak Kayangan ndak ada cantik-cantik. Jadi, kita kembang desa jadinya,” ucap Putri.

Baca Juga: Pengawal Airlangga Hartarto Ancam Tembak Wartawan, 'G*blok Lu' lalu Ngacir

Setelah video tersebut viral dan menuai banyak hujatan dari netizen, story tersebut pun sudah dihapus.

Bahkan pasca videonya viral, Putri kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat desa dan netizen.

“Selamat sore. Saya Ni Wayan Apriliani Putri dari KKN Desa Kayangan 2023."

Baca Juga: Ini Identitas 2 Pejabat Kementerian ESDM Tersangka Baru dalam Kasus Tambang Nikel

"Saya ingin meminta maaf atas kejadian yang tidak seharusnya saya lakukan yang ada di video tersebut."

"Oleh karena itu saya pribadi, Putri ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang merasa tersinggung yaitu warga Desa Kayangan."

"Saya benar-benar minta maaf atas kejadian yang saya lakukan tersebut. Terima kasih. Selamat sore,” kata Putri dalam video klarifikasinya.

Baca Juga: Kenapa Airlangga Diperiksa sampai 12 Jam soal Ekspor CPO? Ini Penjelasan Kejagung

Akan tetapi klarifikasi dan permintaan maaf itu dinilai masyarakat Desa Kayangan tidak cukup.

Warga pun langsung beramai-ramai mendatangi posko KKN Unram di Kantor Desa Kayangan.

Masyarakat menuntut Putri dipulangkan dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung di depan ratusan warga yang berkumpul.

Baca Juga: Pengakuan Airlangga Hartarto Usai Diperiksa 12 Jam oleh Kejagung soal Kasus Ekspor CP

Dalam video itu, terlihat Putri yang menangis ketakutan.

Kepala Desa Kayangan, Edi Kartono, pun angkat bicara terkait kelakuan Putri mahasiswa KKN Unram di Desa Kayangan,

"Sebelumnya, mahasiswa KKN Unram sudah melakukan klarifikasi melalui media sosial namun warga desa belum merasa puas sehingga mahasiswa KKN atas nama Putri tersebut memberikan klarifikasi langsung kepada warga,” ungkap Edi.

Baca Juga: Sub Kontraktor

Karena melihat warga yang tak terima dan situasi yang berkembang, Pemdes dan kepolisian langsung mengambil langkah tegas.

Yakni dengan langsung memulangkan Putri mahasiswa KKN Unram malam itu juga dari Desa Kayangan.

Edi memastikan, peristiwa yang viral itu pun bisa langsung dituntaskan setelah berdiskusi dengan LPPM Unram.

Baca Juga: Mobil Patroli Jalan Tol Seruduk 2 Mobil, Ternyata Sopirnya Jessica, Polisi Dalami Pengaruh Obat-obatan

Meski Putri mahasiswa Unram KKN dipulangkan, tapi mahasiswa yang lain tetap bisa melanjutkan KKN di Desa Kayangan.

“Untuk pergantian tugas Putri, akan diganti dengan tugas lain dan untuk mahasiswa KKN yang lain masih tetap melanjutkan tugas sampai 12 Agustus mendatang,” pungkas Edi.***