POJOKSATU.ID - Menjadi pertanyaan besar dan patut dicurigai adalah PDIP sudah jauh -jauh hari memberikan perhatian khusus, ramai -ramai bahas adanya indikasi "lakon politik" dalam Muktamar NU" yang Ke,-35. Secara politik, afiliasi politik NU banyak juga menaruh tokoh-tokohnya di PDIP .

Pertanyaan, Sejauh mana kepentingan politik PDIP dalam Muktamar NU kali ini?

Perhatian tertuju pada kepentingan politik PDIP bukan hanya sekedar pinggiran tetapi terendus indikasi pendalaman dan pencermatan secara seksama dan padat. Sangat mudah untuk mengatakan semua parpol pasti punya kepentingan elektoral dan nuga keterwakilan warga NU di partai politik.

Seperti diketahui , Penganut Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 150 hingga 160 juta jiwa, Otomatis sangat seksi dari sisi mana pun. Ormas NU menjadikannya sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia.

Melihat data berdasarkan data riset dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), jumlah warga yang mengaku sebagai bagian dari NU (Nahdliyin) mencapai 56,9% dari total seluruh penduduk Indonesia.

Baca Juga: TB Hasanuddin Minta Polisi Usut Tuntas Asal 995 Senpi dan Narkotika di Sekolah di Pondok Pinang

Wajar PDIP sebagai parpol yang secara geografis penyebaran pemilihnya banyak di kantong -kantong warga NU terutama di Jawa. atau ada maksud tertentu, Orang nomor 2 di PDIP, Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto sampa2 mengingatkan seluruh pihak agar menjaga keutuhan dan independensi Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar ke-35.

Ia menegaskan bahwa NU terlalu besar untuk ditarik ke dalam kepentingan politik praktis atau dipecah belah demi ambisi kekuasaan.

Sudut pandang politik persaingan menuju kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah panas . Tersebar sejumlah nama mulai mengerucut menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama.

Setidaknya hingga akhir Juli 2026, muncul empat nama telah menyatakan kesiapan atau menerima mandat untuk maju menjadi Ketua Umum PBNU.

Nama -nama tersebut sudah cukup familiar yakni Ketua Umum PBNU petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Baca Juga: Indonesia Gugur di Fase Grup, Rizky Ridho: Kalian Selalu Setia, Maaf Kami Selalu Mengecewakan

Sekedar informasi liar yang beredar, di luar empat nama yang mendominasi, 4 masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, di antaranya Pengasuh API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Pengasuh Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), serta mantan Ketua Umum PB PMII Hery Haryanto Azum.

Banyak hasil survei tandingan yang justru memunculkan versi baru kandidat kuat Calon Ketua PBNU. Nama tokoh dari Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli muncul sebagai salah satu figur kuat bursa bakal calon Ketua Umum PBNU dengan elektabilitas teratas dalam hasil survei lembaga.

KH Imam Jazuli secara mengejutkan Berdasarkan rilis survei oleh Insantara, nama Kiai Imam Jazuli menempati urutan elektabilitas teratas sebagai figur baru alternatif untuk kepemimpinan PBNU periode 2026–2031.

Masuk dalam bursa alternatif Ketua Umum PBNU sangat masuk akal mengingat kiprahnya tak bisa diragukan lagi.

Jam terbang akademis dan organisasi sangat tinggi. Dukungan jaringan politik yang luas hingga bisa dikatakan Imam Jazuli termasuk guru politik nasional yang diperhitungkan. Prediksinya, Tokoh Cirebon ini punya andil besar dalam Transaksi Calon Ketua Umum PBNU .

Baca Juga: Nikmati Cuaca Cerah Musim Kemarau, Ini Keuntungan Wisata Alam Indonesia di Bulan Agustus

Sejauh mana radar politik dan pengaruhnya Imam Jazuli ini?

Siapa sebenarnya Tokoh Nasional yang punya kedekatan khusus para elite politik yang berkuasa saat ini?

Yang luar, Biasa sekelas Pejabat Menteri/ Menteri Koordinator dan Ketua Partai harus merapat ke Cirebon hanya Khusus menemui Sang Maetro!. Lobi khusus dan atau ada transaksi lainya?

Bisa menjadi spekulasi santer posisi Imam Jazuli saat ini. Betulkah menjadi tokoh penting dan punya veto politik ? Mungkin pertanyaan Siapa yang bakal jadi Calon Ketua Umum PBNU ke -35 nanti keputusan politik ada di Cirebon? Namanya sudah ada kantonginya.***

 

Ditulis: Heru Subagia Pengamat Politik