POJOKSATU.id — Banjir bandang di wilayah Sumatera, khususnya Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah menyisakan banyak luka dan pertanyaan.
Penanggung Jawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu, menggambarkan kondisi memilukan yang ia saksikan langsung di lokasi bencana.
Menurutnya, skala kerusakan akibat bencana tersebut sangat luar biasa.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Hazairin berada tepat di titik yang menjadi sumber utama bencana.
Ia menunjukkan tumpukan kayu-kayu besar yang menggunung hingga setinggi bangunan masjid di kawasan terdampak.
"Anda lihat, kayu-kayu itu setinggi bangunan masjid. Masjid itu dempet dengan tumpukan kayu," ujar dia, Rabu 10 Desember 2025.
Baca Juga: Suka di tengah Duka, Lahirnya Bayi di Pengungsian Bencana Tapanuli Tengah
"Kalau tumpukan kayu sudah setinggi masjid, lalu setinggi apa banjir yang terjadi?" sambung dia.
Dengan logika tersebut, maka bisa diambil kesimpulan terjangan air bah yang cukup tinggi.
"Ini malapetaka luar biasa, sangat mengerikan," ucap dia.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Ia juga menjelaskan fenomena terbentuknya aliran sungai baru di lokasi tersebut.
"Saya berada di tempat yang jadi sebab banjir ini. Ini persis di perbatasan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah," jelas Hazairin.
Sungai baru itu muncul saat banjir terjadi dan kini mengalir sangat deras.
Penyebabnya, kata Hazairin, adalah karena sungai utama tersumbat oleh jumlah kayu yang sangat banyak dan besar, sehingga air membuat aliran baru.
"Tumpukan potongan kayu setinggi itu menyumbat aliran sungai sesungguhnya. Karena tersumbat, terbentuklah sungai baru yang ukurannya besar sekali," terang dia.
Hazairin menegaskan, apa yang terjadi merupakan malapetaka besar yang meninggalkan kerusakan dahsyat bagi masyarakat.
Tim Gerakan Anak Negeri, yang kini sudah memasuki gelombang ketiga pengiriman relawan, terus melakukan penanganan di lapangan termasuk layanan kesehatan, dan asesmen kebutuhan mendesak warga.
"Hari ini kami benar-benar menyaksikan kedahsyatan bencana ini. Sangat dahsyat," ujarnya.***




