POJOKSATU.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memberdayakan masyarakat, khususnya kaum perempuan, terus diperkuat.
Melalui Dinas Sosial (Dinsos) pada tanggal 11 November 2025, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan langkah nyata.
Dengan menggalakkan berbagai program di lokasi pelaksanaan program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) 2025.
Baca Juga: Atlet Kota Sukabumi M. Idan Afandi dan Theradina Audria Lie Raih Emas di Peparpenas XI 2025
Tahun ini, Desa/Kecamatan Gunungguruh telah ditetapkan sebagai lokasi P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat.
Fokus Program, Memperkuat Peran Wanita di Pembangunan Daerah
Program P2WKSS 2025 di Gunungguruh bertujuan utama memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Asep Japar Serukan Melanjutkan Perjuangan Para Pahlawan
Pelaksanaannya tidak hanya berkutat pada pemberdayaan sosial, tetapi juga melibatkan peningkatan kualitas infrastruktur dasar.
Dinsos Kabupaten Sukabumi menjadi garda terdepan dalam menggerakkan kegiatan di lokasi tersebut.
Termasuk memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para kader sosial dan warga setempat.
Bimtek tersebut adalah bagian dari upaya peningkatan kapasitas agar program dapat berjalan sukses.
“Ada sepuluh unit rumah yang kami bantu rehabilitasi ringan, masing-masing senilai Rp10 juta. Ini bukan sekadar bantuan fisik, tapi bentuk perhatian terhadap kualitas hidup warga kurang mampu,” ujar Ismat.
Kepala Dinsos Kabupaten Sukabumi Bambang Widyantoro bahwa pembangunan infrastruktur fisik.
Seperti Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi salah satu fokus utama.
“Pembangunan Rutilahu ini adalah bentuk nyata intervensi kami untuk memastikan keluarga penerima manfaat dapat hidup lebih layak. Kesejahteraan diawali dari tempat tinggal yang sehat dan aman," tutur Bambang Widyantoro.
Bahwa rumah yang layak huni menjadi fondasi bagi keluarga sehat dan sejahtera.
Pembangunan Rutilahu dan Peningkatan Kualitas Hidup
Selain Bimtek, Dinsos juga menggulirkan program pembangunan Rumah Layak Huni (Rutilahu) di Gunungguruh.
Pembangunan ini ditujukan untuk keluarga prasejahtera, memastikan mereka memiliki tempat tinggal yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan.
Seorang petugas Dinsos yang terlibat dalam Bimtek dan pembangunan Rutilahu menyampaikan pandangannya.
Sinergi antara pembangunan fisik dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) diharapkan.
Dapat menghasilkan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan warga Gunungguruh.
Baca Juga: Pemkab Sukabumi dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi untuk Perlindungan Pekerja Informal
Dukungan Lintas Sektor Menuju P2WKSS Terbaik Jawa Barat
Keberhasilan program P2WKSS di Gunungguruh sangat bergantung pada dukungan lintas sektor.
“Kami berharap P2WKSS bisa memicu pertumbuhan wilayah dan mendorong pembangunan di bidang kesehatan, penanggulangan kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat,” tambah Ismat.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Asep Japar Ajak Warga Teladani Nilai Kepahlawanan di Hari Pahlawan 2025
Dinsos hanya salah satu instansi yang bergerak; seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Di Pemerintah Kabupaten Sukabumi turut berkolaborasi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Mewujudkan Gunungguruh sebagai model keberhasilan P2WKSS di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: Bobby Maulana Hadiri West Java Festival 2025, Dorong Ekraf dan Budaya Daerah Sukabumi
P2WKSS tidak hanya dilihat sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai momentum untuk melakukan percepatan pembangunan.
Dan pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Sukabumi.***




