Pojoksatu.id - Aksi demo buruh yang terjadi di depan PT Yamaha Music Facturing Asia (YMMA), di Kawasan Industri MM2100 Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menghadang mobil ambulance yang sedang membawa pasien.

Nampak sebuah ambulance yang sedang membawa karyawan yang sedang sakit, di hadang oleh massa demo yang menggelar aksinya tersebut.

Salah satu massa aksi dari atas mobil komandan mengatakan, untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu mobil ambulance yang keluar dari dalam pabrik tersebut.

"Jangan dulu boleh keluar, cek dulu benar bawa orang sakit atau bohong. Karena semua mau keluar masuk, barang, katering dan lainnya harus bilang DPP," kata dia.

Baca Juga : Polda Riau Tangkap Tokoh Adat yang Komersialkan Taman Nasional Tesso Nilo

Sempat terjadi ketegangan pada saat masaa buruh yang berusaha menghadang mobil ambulance tersebut.

"Mana bohong-bohong, suratnya 6 tapi itu di dalam ada 8, awas hati-hati ya," kata pria itu.

Namun, ketegangan tersebut berhasil dilerai setelah pihak kepolisian dari Polsek Cikarang Barat turun tangan dan mempersilahkan mobil ambulance terus melanjutkan perjalanannya.

"Udah udah, silahkan lewat jangan kita halangi. Kita doakan saja jika sakit agar cepat sembuh, tapi jika bohong kita doakan agar cepat mati," kata pria itu kembali di atas mobil komando.

Tidak hanya itu saja, massa aksi buruh tersebut juga sempat menutup akses kawasan Industri MM 2100, tepatnya depan PT YMMA Jalan Irian, Cikarang Barat.

Baca Juga : DOWNLOAD FILE PDF Contoh RPP Pembelajaran Mendalam, Link untuk SD, SMP, dan SMA, Bersiap Hadapi Tahun Ajaran Baru

Penutupan dua akses jalur ini telah berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Sepeda motor milik para aksi massa memarkirkan kendarannya hingga menutup akses jalan dikedua arah.

Imbasnya, para pengendara yang didominasi kendaraan besar, seperti truk, mobil pribadi hingga motor harus memutar lebih jauh menuju Jalan Halmahera, sejauh hampir 2 hingga 3 kilometer.

Akibat penutupan akses jalan itu dikeluhkan sejumlah pengendara maupun sopir truk yang hendak bongkar muat di perusahaan.

"Iya engga bisa lewat, diblokir ini," kata Tarmiji, supir truk.

Dirinya kesal karena harus memundurkan kendaraannya untuk putar arah. Apalagi, truk yang dibawanya besar dan panjang.

"Nyusahin lah jelas, ganggu bangat sampai nutup jalan," tegas dia.

Sementara itu, pengendara lainnya, Rudi (33), menambahkan, bahwa massa buruh membuat pengguna jalan menjadi resah.

"Saya belum tahu sebelumnya ada aksi apa ini demo, tapi ini jalurnya ditutup, lewat sini jadi jauh muter," kata Rudi.

Baca Juga : Trump Klaim Gencatan Senjata Bertahap Usai Pangkalan Militer AS di Irak dan Qatar Diserang Rudal

Menurut Rudi, aksi demo yang dilakukan para buruh dapat tertib, dan tidak mengganggu hak pengguna jalan lain.

"Ya tertib aja dong, jangan ganggu hak orang lain, mau jalan susah," tutur dia.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Metro Bekasi, AKBP Alin Kuncoro mengatakan, bahwa sebanyak 250 personel Kepolisian berjaga di lokasi dalam aksi buruh di depan PT YMMA.

"Dari kita 250 personel, kalau dari Polda dan Brimob dua kompi," katanya dia.

Pihak kepolisian juga sempat meminta para massa buruh untuk membuka satu akses jalan agar pengendara bisa melintas.
"Nanti teman-teman dari Satuan Lalu Lintas terkait itu," ujar dia.

Baca Juga : Polisi Ungkap Kronologis Kasus Anak Aniaya Ibu Kandung di Bekasi, Pelaku Juga Ancam Habisi Anak Bungsu

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL FSPMI) Kabupaten/Kota Bekasi, Sarino mengungkapkan aksi hari ini untuk memprotes keputusan dari perusahaan terkait PHK Ketua dan Sekretaris PUK SPSEE FSPMI PT. YMMA, Bambang Waluyo dan Wiwin Zaini.

Apalagi sudah ada hasil keputusan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Wakil Bupati Bekasi dan Dinas Tenaga Kerja untuk membatalkan terkait PHK tersebut.

"Kita lakukan bipartit, bahkan mediasi di Dinas Tenaga Kerja sudah keluar juga anjuran di mediasi. Anjurannya clear bahwa Bambang itu dipekerjakan kembali lagi dengan alasan tidak punya unsur terkait dengan PHK-nya," pungkas dia.***