POJOKSATU.id, JAKARTA -- Masjid Raya Bang Haji di Rest Area Kilometer 164 B Tol Cipali, arah ke Jakarta dan berada di wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menerima kaum safar untuk beristirahat saat libur Nataru.

Ketua Yayasan Khasanah Masjid Madani selaku Pemilik dan Penanggungjawab Pembangunan Masjid Raya Bang Haji, Ghassan Amanullah Wijaya mengatakan, Masjid Raya Bang Haji ini terletak di Rest Area bukan lokasi pemukiman.

Namun tempat singgah atau sarana istirahat bagi kaum Safar atau yang sedang berpergian.

"Kita muliakan orang Safar, karena Rest Area 164 B itu adalah titik lelah, selepas mudik dan kembali ke Jakarta, pasti istirahatnya di sana," kata Ghassan dalam keterangannya, Sabtu (21/12/2024).

Baca Juga: Nasir Djamil Sebut Sensitivitas Publik Terusik Seolah Prabowo dan Yusril Pandang Remeh Korupsi

Dia menuturkan, masjid itu juga disiapkan khusus bagi pesafar yang hendak beristirahat.

"Masjid Raya Bang Haji ini kita siapkan untuk tempat istirahatnya orang safar, maka masjidnya juga kita siapkan yang bagus, nyaman, ada area bermain untuk anak-anak, kami sediakan pula tempat atau fasilitas untuk saudara kita, kaum difabel untuk istirahat,” ujarnya.

Masjid Tanpa Kotak Infaq

Ghassan Amanullah Wijaya menegaskan bahwa memakmurkan masjid adalah hal utama yang jarang digaungkan dan dilakukan dengan serius dan dengan konsep yang benar-benar mengutamakan kebutuhan para kaum safar yang sedang butuh istirahat melepas penat setelah safar.

Baca Juga: Di Balik Kekalahan Indonesia dari Filipina, Pemain Ini Paling Banyak Disalahkan Warganet

“Dan masjid ini kelak tidak menyediakan kontak infaq. Sebuah masjid yang didesain dengan tanpa kotak amal. Silahkan para kaum safar berbelanja di kios-kios sekitar masjid,” tuturnya.

Para pengunjung rest Area KM 164 B atau kaum safar diharapkan berbelanja dengan niat ganda. Beramal juga memberdayakan ekonomi ummat di sekitar Masjid.

Setiap kali berbelanja di kios manapun di lingkungan Rest Area Km 164 B, kaum safar telah ikut memakmurkan keberdayaan ekonomi para pengusaha dan secara langsung turut berinfak bagi operasional Masjid Raya Bang Haji.

“Dengan begitu, kita bisa menghidupkan ekosistem ekonomi sosial dan spiritual sekaligus, uang yang kita belanjakan bisa digunakan untuk menghidupi para pedagang yang ada di sana," ujarnya.

Baca Juga: Pakaian Bau Apek Saat Musim Hujan? berikut Tips Mengatasinya

Selaku pengelola masjid, pihaknya juga menfasilitasi bagi mereka yang ingin berinfaq secara langsung ke Masjid, dengan cara membeli merchandise yang ada di Masjid tersebut, cara ini juga bertujuan untuk menghidupi UKM yang memproduksi merchandise seperti sarung, peci, sajadah, kaos dan sebagainya.

“Kalau uang tunai masuk ke Masjid tidak, tetapi kita buat alur proses yang lebih bisa menghidupkan UKM di sekitar Masjid untuk lebih berdaya, maju dan mandiri dengan tujuan akhir bisa memakmurkan masjid untuk kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai informasi, Masjid Raya Bang Haji KM 164 B Tol Cipali ini dibangun oleh kontraktor PT Cipta Graha Pratama Sampoerna yang didedikasikan pula sebagai amal jariyah mereka.

Demikian pula kontribusi dari PT Wirani Sons selaku pengelola lahan Rest Area Km 164 dan 166 Tol Cipali.

Saat ini, Masjid Raya Bang Haji KM 164 B sudah dibuka untuk umum. Insyaallah pada 2025 sudah bisa digunakan untuk beribadah Ramadhan.***