POJOKSATU.id - LaporGub! yang diciptakan Ganjar Pranowo saat memimpin Jawa Tengah dipuji pengamat kebijakan publik UGM, Prof Dr Kumorotomo.
Dengan sistem LaporGub!, warga bisa menyampaikan aspirasi dan keluhan secara langsung.
Sehingga cukup efektif menampung sekaligus mengatasi permasalahan yang dilaporkan masyarakat kepada Gubernur Jateng.
Baca Juga: Kejati Jabar Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bank Milik Pemda Ciamis, Kerugian Rp 9 Milliar
Istimewanya, sistem yang disiapan menindaklanjuti secara cepat dan tepat ini bisa melacak kebenaran laporan yang disampaikan masyarakat.
Selanjutnya Ganjar memastikan agar laporan atau keluhan masyarakat itu ditindaklanjuti OPD terkait.
"Yang dimaksud 'ditindaklanjuti' sebagian besar bukan sekadar ditanggapi atau dijawab dengan waktu respon yang cepat. Namun yang lebih diperlukan adalah upaya untuk menangani masalah yang diadukan, dilacak kebenarannya, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti melalui OPD yang relevan," papar Kumorotomo, Senin 25 September 2023.
Ia melanjutkan, dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kontak pemerintah dengan warga saat ini sangat mudah dilakukan.
“Tetapi apakah itu akan memperbaiki kualitas layanan oleh pemerintah, masih bisa 'Ya', bisa juga 'Tidak'. Kuncinya adalah ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang nyata,” jelasnya.
Ia mengungkap, kanal aduan semacam LaporGub! saat ini banyak diterapkan di provinsi maupun kabupaten/kota di luar Jateng.
Baca Juga: WNA Amerika Habisi Nyawa Mertuanya di Banjar, Kapolres : Masih Berstatus Sebagai Terlapor
Semisal di Jawa Barat ada kanal aduan publik melalui (JSP) Jabar Smart Province, di Pemkot Jogja ada UPIK (Unit Pengaduan, Informasi, dan Keluhan).
"Di kota Bengkulu, misalnya, Walikota dan Wakil Walikota menyebarkan nomor WA pribadinya,” ucap dia.
Berdasarkan data, setiap tahun jumlah warga yang melapor melalui LaporGub! terus bertambah.
Data GRMS menunjukkan, sejak 2014 hingga Juli 2023, aplikasi laporan pengaduan online LaporGub! sudah menerima sebanyak 126.289 aduan.
Laporan-laporan yang masuk kemudian direspon secara cepat dan ditelusuri kebenarannya.
Selanjutnya, Ganjar meminta OPD terkait untuk menyelesaikan persoalan yang telah dilaporkan masyarakat.
Masyarakat yang melapor juga bisa melacak hingga sejauh mana laporannya telah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait.
Baca Juga: Dugaan Pecah Belah Paket Proyek di Karawang untuk Hindari E-Purchasing
Gebrakan LaporGub! sudah dimulai sejak periode pertama pada 2013 yang swalnya masih berbasis website.
Dalam perjalanannya, Ganjar mengembangkan LaporGub! hingga bisa diakses multi-platform.
Misalnya via website, WhatsApp, SMS, Hotline, Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube.
Baca Juga: Codeblu Resmi Melapor ke Polda Metro Jaya, Farida Nurhan Gandeng Pengacara Nikita Mirzani
Pada versi LaporGub! V.2.0 yang terbaru, bahkan sudah dilengkapi kemampuan analisis memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Melalui terobosan ini, Pemprov Jateng bisa mengevaluasi kinerja masing-masing dinas.
Baca Juga: 6 Jam Diperiksa Penyidik, Siskaee Mengaku Diberondong 48 Pertanyaan : Lancar dan Smooth Yaah
Ganjar berharap, LaporGub! bisa menjadi legacy yang bisa terus dimanfaatkan masyarakat Jawa Tengah.
Di sisi lain, pemerintah juga bisa menggunakannya untuk dasar pengambilan keputusan.
Baca Juga: Kesal Terus-terusan di Marahi, Bule Asal Amerika Tega Habisi Mertua di Depan Istri di Kota Banjar
Dengan LaporGub! segala aduan masyarakat ditindaklanjuti secara cepat, transparan, bisa dipantau, tuntas, dan rahasia. Penanganan laporan dilayani 24 jam penuh.***



