POJOKSATU.id - Sebuah foto citra radar cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menampilkan langit Yogyakarta dengan kesan terlihat bolong. Foto ini kerap viral di platform media sosial.
Istilah 'bolong' ini maksudnya wilayah Yogyakarta tidak mendapat curahan hujan, sedangkan daerah sekitarnya mengalami hujan.
Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena keterbatasan radar cuaca yang tidak mampu memantau kondisi cuaca secara menyeluruh.
"Fenomena tersebut disebabkan oleh keterbatasan radar cuaca yang menghasilkan apa yang disebut sebagai 'cone of silence,' yang secara harfiah dapat diartikan sebagai kerucut keheningan," ujar Guswanto saat dimintai konfirmasi pada hari Senin (6/11).
"Guswanto menjelaskan bahwa istilah 'cone of silence' digunakan karena di area ini sistem radar tidak mampu mengamati secara langsung area yang berada tepat di atasnya (secara vertikal) maupun di dekatnya (secara horizontal)," kata dia.
Guswanto juga mengakui bahwa berdasarkan citra radar cuaca pada Minggu (5/11) pukul 20.14 WIB, terlihat gambaran citra radar cuaca yang membentuk lingkaran 'bolong' di tengah kota Yogyakarta.
Fenomena ini menciptakan kesan bahwa wilayah tersebut tidak mendapat hujan dengan pola yang tidak biasa, meskipun daerah sekitarnya mengalami curah hujan.
Meskipun begitu, Guswanto menyatakan bahwa tampilan pada layar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Hujan dengan intensitas sangat ringan tercatat mulai pukul 23.00 WIB.
Baca Juga: Trending di Netflix, Intip Sinopsis Film Langit Kala Senja
"Kemungkinan besar, fenomena ini adalah Bright Band Echo (BBE), yang lebih terkait dengan kondisi teknis dalam menghasilkan citra radar.
Ini hanya sedikit mencerminkan pengamatan radar cuaca dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dari awan itu sendiri," ucapnya.
Berdasarkan perkiraan dari BMKG, musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan terjadi antara November dasarian I hingga Desember dasarian I.
Baca Juga: Langit Jakarta Dicuci! Teknologi Baru BNPB Turunkan Polusi Udara
Sementara itu, puncak musim hujan yang merata di seluruh wilayah diperkirakan terjadi pada bulan Februari 2024.
Sebelumnya, media sosial menjadi ramai dengan citra satelit BMKG yang menunjukkan kekosongan awan hujan, membentuk suatu pola bolong di langit Yogyakarta, sedangkan area sekitarnya terlihat ditutupi oleh awan hujan.
Tangkapan layar yang dibagikan menunjukkan bahwa citra radar tersebut diambil pada tanggal 4 November dan berasal dari Stasiun Klimatologi Yogyakarta.***



