POJOKSATU.id - Ke depan, untuk menjaga kebersamaan dan tolerani antarumat beragama akan semakin banyak tantangan yang harus dihadapi.
Untuk mewujudkan toleransi di Jawa Barat juga bukan perkara gampang dan tiba-tiba.
Akan tetapi melalui proses panjang dan membutuhkan kebersamaan semua pihak serta elemen masyarakat.
Di sisi lain, kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Jawa Barat adalah kunci utama menciptakan masyarakat damai.
Hal itu disampaikan bakal calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Nasdem, Ilham Akbar Habibie saat berkunjung ke kantor Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Jabar, di Bandung, Kamis 8 Agustus 2024.
"Banyak sekali tantangan di masa mendatang tapi saya kira itu bisa ditanggulangi dengan lebih baik jika kita memiliki kebersamaan yang lebih baik pula," ucap Ilham.
Berdasarkan hasil survei Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) pada 2023, memotret tingkat toleransi di Indonesia.
Hasilnya, Jawa Barat masih menjadi salah satu provinsi paling toleran di Indonesia.
Hal inilah yang jadi salah satu kekuatan dan keistimewaan yang dimiliki Jawa Barat.
Karena itu, keberagaman agama di Jawa Barat adalah kekuatan yang harus dijaga bersama.
Menurut Ilham, semua ini merupakan buah kerja keras para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah.
"Alhamdulillah kita hidup dengan damai," ucap dia.
Ilham lantas menukil sejumlah permasalahan dimana intoleransi menjadi pemicu konflik masyarakat.
"Banyak contoh di dunia, di mana masyarakat mengalami konflik karena kurangnya toleransi," ujarnya.
Kondisi yang aman serta toleransi antarumat beragama sejatinya bukan merupakan tanggungjawab para pemuka agama dan tokoh masyarakat saja.
Melainkan ada campur tangan dari pemerintah yang memiliki peran besar.
Dimana seorang pemimpin harus memiliki komitmen besar untuk mewujudkan kebersamaan, keberagaman dan toleransi.
Karena itu, gereja akan memberikan dukungan kepada siapapun yang memiliki tujuan baik dan menjaga persatuan serta kesatuan di Jawa Barat.
"Siapapun yang akan menjadi pemimpin Jabar, semoga diberikan kekuatan dan komitmen yang baik untuk pembangunan bangsa ini," tekan Ketua Umum PGIW Jabar, Pdt. Paulus Wijono.
Paulus juga mengamini bahwa toleransi adalah pondasi utama bagi perdamaian yang harus dipertahankan.
Baca Juga: Pemuda di Karawang Diduga Bunuh Ayah Tiri Pakai Linggis
Karena itu dia, dengan kebersamaan dan toleransi kuat, Jawa Barat bisa terus menjadi contoh provinsi yang damai dan harmonis.
Seluruh elemen masyarakat juga harus terus memperkuat semangat kebersamaan demi masa depan yang lebih baik," tandas Paulus.***




