POJOKSATU.ID- Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengunjungi para korban kecelakaan kereta api Turangga dengan kereta api Baraya di Haurpugur, Kecamatan Cicalengka, Jumat 5 Januari 2024.

Para korban yang mengalami luka ringan dan sedang, dirujuk ke RSUD Cicalengka.

Pj Gubernur langsung menemui korban yang berada di Ruang IGD RSUD Cicalengka, Jumat siang.

Terlihat Pj Gubernur berbincang dengan korban luka ringan yang masih berada di ruang IGD.

Baca Juga: Pandangan Hukum Agama Islam Mengenai Menerima Uang Dari Timses Caleg atau Capres Pemilu 2024, Bolehkah?

Pj Gubernur juga memberikan bantuan kepada para korban luka ringan tersebut.

Usai bertemu korban luka ringan di instalasi IGD RSUD Cicalengka, Bey Machmudin lalu menuju ke ruang instalasi forensik jenazah RSUD Cicalengka.

Didepan ruang jenazah, Bey mengucapkan bela sungkawa mendalam atas meninggalnya karyawan PT KAI yang menjadi korban kecelakaan Jumat 5 Januari pagi.

Bey juga memberikan santunan kepada keluarga korban, yakni kepada keluarga almarhum Julian Dwi Setiono dan almarhum Ponisan.

Baca Juga: Beredar Isu Google Bagi 10,8 Triliun untuk Pengguna HP Android, Cek Faktanya!

Usai melakukan kunjungan, di RSUD Cicalengka Bey menyatakan bahwa semua biaya korban kecelakaan kereta api, ditanggung pihak PT KAI dan Jasa Raharja.

"Untuk biaya korban yang dibawa ke RS akan ditanggung PT KAI dan pihak Jasa Raharja, " jelasnya.

Di RSUD Cicalengka sendiri, menurut Bey menjadi rumah sakit rujukan utama pasca kecelakaan kereta di dekat stasiun Cicalengka, jumat pagi.

"Rujukan utamanya kesini ke RSUD Cicalengka, ada juga beberapa korban dirujuk ke RS AmC, " jelas Bey.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Alan Walker, Putri Ariani Ungkap Lagu 'Who I Am' Mirip Kisah Nyata Kehidupannya

Sementara itu Direktur RSUD Cicalengka Achmad Hanafi menjelaskan bahwa hingga pukul 14.55 wib, korban meninggal yang diterima berjumlah tiga orang.

"Tiga orang korban meninggal yang kita terima, dua korban sudah kita rilis identitasnya. Yang satu masih dalam tahap proses identifikasi jenazah, " pungkasnya. ***