POJOKSATU.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berpacu dengan waktu menuntaskan pematangan lahan proyek strategis nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Bantargebang.
Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sebelum agenda groundbreaking pada 8 Juli 2026 yang direncanakan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan proses pengerukan dan penataan lahan terus berjalan sesuai jadwal. Persiapan tersebut menjadi syarat utama sebelum pembangunan fisik proyek pengolahan sampah modern terbesar di Kota Bekasi dimulai.
"Yang dipersyaratkan saat ini adalah pengerukan lahan dan prosesnya masih berjalan. Mudah-mudahan tanggal 6 atau 7 Juli sudah selesai sehingga groundbreaking bisa dilaksanakan sesuai rencana pada 8 Juli," ujar Tri Adhianto saat ditemui di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (6/7/2026).
Menurut Tri, seluruh perangkat daerah terkait telah diminta bergerak cepat agar kesiapan teknis di lapangan dapat diselesaikan tepat waktu.
Pemkot Bekasi juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pelaksanaan seremoni peletakan batu pertama proyek tersebut.
Meski nama Presiden Prabowo Subianto masuk dalam agenda peresmian, hingga kini pemerintah daerah masih menunggu kepastian dari Istana.
Informasi yang beredar menyebutkan terdapat dua lokasi yang tengah dipertimbangkan untuk agenda groundbreaking proyek pengolahan sampah nasional, yakni Kota Bekasi dan Bali.
"Kita masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Harapannya tentu Kota Bekasi yang dipilih sehingga groundbreaking bisa berlangsung di sini dan dihadiri langsung oleh Presiden," kata Tri.
Proyek PSEL Kota Bekasi menjadi salah satu program strategis yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan sampah konvensional sekaligus menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan sampah.
Kehadiran fasilitas ini juga dinilai menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di kawasan perkotaan.
Sementara itu, DPRD Kota Bekasi turut mengawal percepatan proyek tersebut. Komisi II DPRD Kota Bekasi bahkan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan di kawasan Ciketing Udik untuk memastikan kesiapan lahan menjelang groundbreaking.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mengatakan pematangan lahan menjadi pekerjaan penting yang harus segera dituntaskan agar tidak menghambat tahapan pembangunan berikutnya.
Menurut dia, sidak dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis yang diminta investor telah terpenuhi di lapangan. Terlebih, Danantara telah menunjuk perusahaan asal China, Wangneng Environment Co. Ltd., sebagai mitra pengelola proyek PSEL Kota Bekasi.
"Kami ingin memastikan seluruh spesifikasi lahan yang dibutuhkan investor sudah terpenuhi. Mulai dari kondisi lahan, ketebalan tanah, hingga kebutuhan teknis lainnya harus sesuai agar proses pembangunan berjalan lancar," ujar Latu.
Ia berharap seluruh pekerjaan pematangan lahan dapat selesai sebelum 8 Juli sehingga agenda groundbreaking dapat berlangsung sesuai jadwal dan menjadi penanda dimulainya pembangunan proyek PSEL yang telah lama dinantikan masyarakat Kota Bekasi.***




