POJOKSATU.id, JAKARTA-- Meski pembangunan belum merata, semangat anak Alor, Nusa Tenggara Timur, belajar di rumah sederhana bernama Rumah Belajar Melang tetap membara.
Rumah ini menjadi tempat anak-anak belajar, membaca, dan berbagi mimpi. Didirikan oleh Elvie Padafani bersama tiga relawan pengajar pada 2021, Rumah Belajar Melang awalnya berdinding anyaman rotan.
Kini, berkat dukungan pemerintah setempat, bangunannya sudah lebih kokoh dengan dinding bata.
“Rumah Belajar Melang kami dirikan bukan karena kami punya banyak uang, tapi agar anak-anak punya tempat berkegiatan positif selagi akses internet di sini terbatas. Kami ingin mereka tetap punya ruang untuk belajar, membuka dunia, dan tidak kehilangan semangatnya," kata Elvie Padafani, penggagas Rumah Belajar Melang, Selasa (16/12/2025).
Kisah Elvie inilah yang menggerakkan Alwi Johan Yogatama (@alwijo), konten kreator muda asal Temanggung, untuk melakukan aksi nebeng dari Jawa Tengah menuju Alor.
Perjalanan nebeng selama empat bulan ini ia jalani bukan karena kehabisan uang, melainkan untuk mendapatkan perjalanan penuh makna sembari menggalang dana untuk merenovasi Rumah Belajar Melang.
"Ini adalah institusi pendidikan tempat bagi anak-anak Alor untuk belajar membaca dan bermimpi. Meski semangat mereka menggebu, tapi akses ke lokasi jauh, fasilitas masih terbatas, dan koleksi buku belum banyak,” ungkap Alwi.
Selain itu, Polygon Bikes turut ambil bagian melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menyalurkan lima unit sepeda bagi Rumah Belajar Melang, satu di antaranya untuk Elvie.
Baca Juga: Gerakan Tanam Cabai di Jasinga Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Petani Bogor
Dukungan ini diharapkan mempermudah mobilitas Elvie, yang selama ini mengandalkan motor lamanya, serta membantu anak-anak yang berjalan jauh menuju sekolah atau rumah belajar.
“Bagi kami pendidikan anak adalah fondasi dasar dari kemajuan bangsa. Sayangnya, tidak semua anak-anak di Indonesia mendapatkan kesempatan emas itu. Masih banyak dari mereka yang kesulitan berangkat ke sekolah, meskipun begitu mereka tetap semangat," ungkap Alda Miranda, Brand Marketing Polygon Bikes.
Dari Alwi, Polygon turut memaknai arti perjalanan bahwa yang terpenting bukanlah kecepatan melaju melainkan seberapa besar dampak yang bagikan di setiap kilometer kayuhan.
“Dukungan ini untuk anak-anak Alor mampu bermimpi setinggi-tinggi mungkin, karena ketika pun kita terjatuh, kita akan jatuh di tengah taburan bintang-bintang," ujarnya.
Selain mendukung Rumah Belajar Melang, Polygon turut menyumbangkan 7 unit untuk satuan tugas (satgas) yang menangani banjir dan tanah longsor di Sumatera.
“Meski belum seberapa dibanding kerusakan di sana, tetapi kami berharap bantuan kecil ini dapat meringankan langkah mereka dalam membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Alda Miranda, Brand Marketing Polygon Bikes.***




