POJOKSATU.ID - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon memenuhi komitmennya dengan memberikan apresiasi berupa bonus kepada atlet-atlet berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Proses penyerahan bonus dilakukan secara bertahap. Tahap pertama diawali dengan pemberian bonus kepada dua pesilat Kabupaten Cirebon, Gita Audri Juwita dan Shallma Lushiana, di sekretariat KONI Kabupaten Cirebon.

Gita dan Shallma, yang berhasil meraih medali perunggu di ajang PON XXI, masing-masing menerima bonus sebesar Rp2 juta yang diserahkan langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Sutardi Raharja.

Baca Juga: Kuasa Hukum NSA Laporkan Dugaan Kekerasan dan Pemerasan ke Propam Mabes Polri

Sebelumnya, KONI Kabupaten Cirebon telah menjanjikan bonus sebesar Rp5 juta untuk peraih medali emas, Rp3 juta untuk medali perak, dan Rp2 juta untuk peraih medali perunggu di ajang PON. Selain itu, atlet yang berjuang di PON XXI juga mendapatkan uang saku selama berlaga di Aceh dan Sumatera Utara.

Shallma Lushiana menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh KONI Kabupaten Cirebon dalam bentuk uang saku dan bonus. Ia juga mengungkapkan bahwa pada PON XX Papua tahun 2021 lalu, dirinya tidak menerima bonus ketika meraih medali perak.

"Sejujurnya, banyak daerah lain yang menawarkan saya untuk memperkuat tim mereka di Porprov 2026 nanti. Terima kasih atas bonus ini, dan saya berharap KONI serta pemerintah daerah dapat terus memberikan perhatian lebih kepada atlet," ungkap Shallma, Selasa (24/9).

Atlet peraih medali emas di ASEAN University Games itu juga mengungkapkan belum ada perhatian khusus ketika ia meraih medali pada ajang tersebut yang digelar di Malang, Jawa Timur. Shallma menambahkan, saat ini yang ia butuhkan adalah pekerjaan yang dapat menjamin masa depannya.

Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Sutardi Raharja, merespons harapan Shallma dengan menyatakan bahwa selain bonus, KONI juga berupaya agar pemerintah daerah turut memberikan apresiasi kepada para atlet berprestasi di PON XXI.

Baca Juga: MIND ID Dukung Hilirisasi Mineral, Smelter Tembaga Freeport Resmi Beroperasi

"Soal pekerjaan, itu sudah masuk dalam program kami. Yang terpenting sekarang, para atlet jangan sampai berpikir untuk pindah ke daerah lain. Kami akan terus berupaya memenuhi kebutuhan mereka," tegas Sutardi.

Lebih lanjut, Sutardi menjelaskan bahwa KONI telah mengalokasikan dana untuk uang saku para atlet unggulan selama enam bulan, terhitung dari Juli hingga Desember 2024, dengan fokus utama mempersiapkan mereka untuk meraih medali di Porprov 2026 mendatang.

Menurut Sutardi, meski nilai uang saku tersebut belum besar, pihaknya akan berusaha menambah jumlahnya pada tahun anggaran 2025 agar para atlet dapat lebih fokus dan tenang saat menjalani latihan dan persiapan menuju Porprov.

"Saya berharap bonus ini bisa menjadi motivasi bagi atlet lain untuk berlatih lebih keras dan berusaha lolos pada babak kualifikasi tahun depan, sehingga bisa meraih hasil terbaik di Porprov 2026 nanti," pungkasnya.