POJOKSATU.ID – Perhelatan Kongres VI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada 2025 kian hangat diperbincangkan. Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat Ketua Umum partai yang telah tiga kali berturut-turut memenangkan Pemilu tersebut.
Pengamat politik dari Cirebon, Heru Subagia, menilai bahwa Ketua Umum PDI-P ke depan harus memiliki ideologi yang kuat, relasi luas dengan berbagai organisasi, serta basis massa yang kokoh di daerah.
"Ketua umum PDI-P ke depan harus memiliki kekuatan elektoral yang signifikan sebagai persiapan menuju Pemilu 2029," ujar Heru saat ditemui di Jalan Bypass Cirebon, Kamis (9/1).
Heru mengungkapkan, kandidat Ketua Umum PDI-P bisa berasal dari trah keluarga Megawati Soekarnoputri atau kader militan di luar lingkar keluarga. Dari trah keluarga, nama Puan Maharani dan Prananda Prabowo disebut-sebut memiliki peluang besar.
Sedangkan dari kader, nama-nama seperti Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Bambang Pacul, hingga politisi muda Dedi Sitorus turut diperhitungkan.
"Selain Puan, kandidat yang memiliki kapabilitas untuk menahkodai PDI-P adalah Ganjar atau Ahok, yang terbukti memiliki basis massa militan di daerah serta integritas dan loyalitas tinggi terhadap partai," tambah Heru.
Menurut Heru, tren Ketua Umum partai yang kuat secara ideologi sering kali menjadikan posisi tersebut terkesan "abadi," seperti yang terlihat di sejumlah partai politik berbasis dinasti. PDI-P, misalnya, tetap mempertahankan Megawati sebagai Ketua Umum sejak lama.
Fenomena serupa juga terjadi di Partai Demokrat dengan perpindahan kepemimpinan dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Ada kecenderungan mensakralkan atau mengkultuskan pemimpin partai, baik karena alasan internal maupun sebagai konsekuensi ideologis untuk menjaga stabilitas partai," ujarnya.
Namun, ia menilai, Kongres VI PDI-P bisa menjadi momen penting untuk menunjukkan keberanian melakukan revolusi kepemimpinan.
"Publik menunggu, apakah PDI-P berani membuka peluang bagi kader di luar trah keluarga untuk menjadi Ketua Umum? Ini bisa menjadi pembelajaran demokrasi yang penting," ungkapnya.
Heru menegaskan, Kongres VI akan menjadi ujian bagi PDI-P untuk membuktikan komitmennya sebagai partai ideologi yang demokratis. Ia berharap ada wacana baru yang membuka jalan bagi tokoh-tokoh terbaik seperti Ganjar, Ahok, Bambang Pacul, atau Dedi Sitorus untuk memimpin partai.
"Kongres ini adalah momentum penting untuk mengangkat kembali popularitas PDI-P, terutama setelah tren penurunan suara. Jika ada regenerasi yang segar, partai bisa kembali menjadi kekuatan politik yang solid," pungkasnya.




