OPINI

Penulis Pengamat Politik Heru Subagia

 

DALAM hitungan hari, PAN akan melakukan hajat besar yakni Kongres PAN. Agenda utama Kongres tersebut adalah memuluskan kembali Zulkifli Hasan kembali menjabat sebagai Ketum PAN.

Dalam Kongres tersebut terdapat hal yang paling krusial dan sensitif sekali, pertama pergantian Ketua Umum PAN, kedua kecurigaan adanya kudeta khusus untuk jabatan Ketua Umum PAN periode 2025-2030 yang bakal diintervensi orang dalam lingkaran Jokowi selain Zulkifli Hasan. Dan terakhir Kongres PAN akan dipakai untuk legitimasi sekaligus alat propaganda Proyek IKN. 

Kesempatan kunjungan Ketum PSI tersebut Zulhas juga mengundang Kaesang untuk hadir dalam kongres PAN pada 23 Agustus 2024 di Hotel Indonesia Kempinski, Menteng, Jakarta Pusat.

"Mas Kaesang, terima kasih sudah silaturahim mengunjungi kantor DPP PAN sekaligus juga kami mengundang mas Kaesang untuk bisa hadir di kongres PAN tanggal 23 ya," ucap Zulhas

Sementara itu, Kaesang berharap PSI dan PAN dapat berkoalisi pada Pemilu 2029 mendatang. Informasi yang beredar saat ini, bahwa PAN mengharapkan Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto hadir dalam Kongres ke-VI di Jakarta pada 23-24 Agustus 2024.

Sementara Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo menyatakan pihaknya juga mengundang semua ketua umum partai, kata Eko di DPP PAN, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

Distorsi Partai 

Dengan semangat pejuang 45, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menjelaskan pemilihan tempat kongres di Hotel Indonesia Kempinski memiliki makna filosofis tersendiri. Zulkifli Hasan mengatakan dalam kongres ini, PAN membawa simbol IKN.

"Tema besarnya itu simbolnya IKN, sebagai bentuk mengubah pandangan, cara berpikir semuanya lah, itu merupakan dasar-dasar Indonesia maju," ujarnya. 

Dengan isu sentral IKN, hal ini menunjukkan bagaimana Ketum PAN menjadi bagian partai yang menopang dan sekaligus mendukung proyek mercusuar Jokowi.

Baca Juga: Lapor Pak Prabowo, Nasib PPPK dan Honorer di Tangan Presiden Terpilih, Semoga 4 Permintaan Ini BIsa Direalisasikan

Melalui Zulkifli Hasan, PAN betul-betul menjadi corong propaganda keberlanjutan proyek IKN. Dapat dikatakan jika platform politik PAN secara utuh dan menyeluruh mengikuti kesukaan dan juga sebagai alat endorse kebijaksanaan Jokowi. Kesimpulannya, secara ideologi dan juga cita-cita kepartaian sudah terdistorsi oleh kepentingan menyenangkan Jokowi. 

PAN Layu dan Loyo 

Publik semakin galak menerka-nerka, apakah Zulkifli Hasan akan menjadi target berikutnya untuk dihentikan karir politiknya sebagai Ketua Umum PAN yang ke-3 kalinya? 

Sejumlah sinyal negatif jika PAN akan pasrah dan pasang badan untuk mengakomodasi kebutuhan politik Jokowi untuk saat ini dan mendatang. Indikasi pelemahan politik PAN sudah terendus ketika proses Pilpres 2024 berlangsung. PAN bekerja pengurusan harus bertekuk lutut menyerahkan keputusan politiknya ke Jokowi.

Pilihan Jokowi mendukung Prabowo dan memilih Gibran Raka Bumi Raka didukung dan dibela secara mutlak oleh PAN. 

Dalam kontestasi Pilkada, PAN yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju harus rela mengikuti dominasi pilihan calon kepala daerah dari pengaruh Jokowi.

Apa yang sedang menimpa kader PAN di Jabar dalam Pilgub menyebabkan Bima Aria harus mundur dari pencalonan gubernur atau wakil gubernur. Dalam hal ini, sedikit upaya perjuangan elite PAN untuk pertahanankan Bima Aria tetap maju sebagai calon dari PAN. 

Portofolio Minimalis

Seandainya dalam Kongres PAN di gelar akhir Agustus ini diminta oleh Jokowi, keluarga Jokowi atau orang terdekat Jokowi dapat diprediksi dan hampir dipastikan Ketum PAN Zulkifli Hasan akan menyerahkan dengan sukarela dan suka cita.

Baca Juga: Sertifikat Tanah Nasabah BRI Karawang Hilang, Manager Operasional Malah Bilang Gini

Nihil perlawanan ataupun melakukan revitalisasi organisasi dan juga usaha mengembalikan roh dan platform partai kembali ke ideologi reformis. 

Sekonyong-konyongnya, entitas PAN diprediksi akan sepakat mendukung keputusan Ketumnya. Prediksinya, tidak harus ada tiktok atau ribut-ribut isu kudeta partai, jika Jokowi berkenan pasti diberikan. Bertanya-tanya, Apa yang menjadi portofolio politik PAN di depan Jokowi hingga bargaining PAN sangat minimalis?