POJOKSATU.ID - Kompetisi sepak bola paling bergengsi di Kabupaten Cirebon, Liga Askab PSSI Cirebon 2026, resmi dimulai. Kick-off ajang pembinaan usia dini ini digelar di Stadion Puser Bumi Ciperna, Sabtu (24/1/2026).

Sebanyak 30 klub dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon ambil bagian dalam liga resmi Askab PSSI Cirebon tersebut. 

Kompetisi akan berlangsung selama dua hari Sabtu–Minggu, dimulai 24 hingga akhir 25 Desember 2026.

Ketua Askab PSSI Cirebon, H. Muttakin Billah, menjelaskan bahwa Liga Askab tahun ini mempertandingkan kelompok usia U-13 dan U-15 sebagai bagian dari program pembinaan berjenjang yang telah menjadi agenda tahunan.

“Total ada 30 tim dari kelompok usia U-13 sampai U-17. Ini pekan pertama, dan akan kita gelar Sabtu-Minggu,” ujar Muttakin.

Baca Juga: SKTP Guru Terbit Otomatis di 2026, Peran Dinas Pendidikan Berubah

Menurutnya, Liga Askab bukan sekadar kompetisi rutin, tetapi juga menjadi jalur resmi menuju level Provinsi Jawa Barat. 

Tim juara akan diberangkatkan ke kejuaraan tingkat provinsi, sementara satu tim tambahan akan dipilih melalui mekanisme talent scouting sebagai bentuk apresiasi bagi daerah penyelenggara.

“Ini program rutin kami setiap tahun. Selain itu, hasil rapat Asprov PSSI Jabar menyebutkan bahwa kabupaten/kota yang menggelar liga, juaranya berangkat ke tingkat Jawa Barat. Ditambah satu tim hasil pemanduan bakat,” jelasnya.

Lebih jauh, Liga Askab PSSI Cirebon 2026 juga diproyeksikan sebagai fondasi awal persiapan Porprov Jawa Barat 2030.

“Kita mulai pembinaan dari usia 13 dan 15. Harapannya, saat Babak Kualifikasi Porprov 2030, tim Kabupaten Cirebon sudah solid dan siap bersaing,” tegas Muttakin.

Sementara itu, Kabid Binpres KONI Kabupaten Cirebon, Edi Rosadi, yang secara resmi membuka kompetisi, menilai Liga Askab sebagai aset strategis pencarian bibit atlet daerah.

Baca Juga: Sejarah Universitas Nasional PASIM, Dari Yayasan hingga Kampus Berbasis Sistem Informasi

“Liga Askab ini ajang penting untuk talent scouting. U-15 hari ini nanti saat Porprov 2030 sudah masuk U-20. Artinya, pembinaan jangka panjang ini sangat krusial,” ujar Edi.

Ia menambahkan, KONI bersama Askab PSSI Cirebon tengah menyiapkan sistem pembinaan berkelanjutan, termasuk rencana sentralisasi latihan, proteksi domisili atlet, hingga dukungan beasiswa, agar para pemain potensial tetap membela Kabupaten Cirebon hingga Porprov 2030.

“Kami berharap atlet yang dibina sejak dini tidak ‘lompat’ ke daerah lain. Akan ada surat pernyataan, database atlet di SIPOR KONI, hingga reward seperti beasiswa bagi atlet berprestasi,” pungkasnya.

Dengan bergulirnya Liga Askab PSSI Cirebon 2026, harapan besar disematkan agar Kabupaten Cirebon mampu melahirkan generasi emas sepak bola yang siap mengharumkan nama daerah di level provinsi hingga nasional.***