POJOKSATU.ID, PURWAKARTA - Ki Jaga Rasa kembali mendapatkan tugas dari istana negara, untuk membawa bendera pusaka nanti pada upacara peringatan hari kemerdekaan indonesia.
Kereta kencana Ki Jaga Rasa kembali dipercaya untuk membawa bendera sang saka merah putih dalam peringatan HUT RI ke-78 di Istana Negara, Jakarta.
Sudah beberapa tahun belakangan ini, setiap upacara bendera hari kemerdekaan republik indonesia kereta kencana ki jaga rasa selalu mendapatkan tugas negara untuk membawa bendera sang saka merah putih.
Ki Jaga Rasa selama ini disimpan di Bale Pamanah Rasa, Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang yang tak lain kediaman Dedi Mulyadi atau biasa di sapa Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Upacara keluarnya Ki Jaga Rasa dari Bale Pamanah Rasa pun sangat sakral. Ribuan warga menjadi saksi mengantar sang kereta kencana untuk selanjutnya dibawa ke Istana Negara.
Kereta kencana buatan tahun 2008 itu pun langsung dibawa menuju Istana Negara dengan pengawalan ketat TNI bersenjata lengkap.
Ditemui usai acara, KDM mengatakan, kegiatan Ki Jaga Rasa Miang ka Istana Nagara rutin digelar setiap Agustus menjelang hari kemerdekaan. Nantinya kereta kencana akan kembali bertugas membawa bendera pusaka untuk dikibarkan.
"Ini sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi saya pada Presiden Jokowi yang setiap tahun memberikan tugas mulia pada Ki Jaga Rasa," ucapnya.
Menurutnya keanekaragaman seni tradisi yang dibawa saat kemerdekaan di Istana Nagara merupakan refleksi dari identitas yang dibangun setiap daerah.
Baca Juga: Butet Sindir Prabowo Dedi Mulyadi Bela 08, Ini Jawaban Dedi Mulyadi Buat Butet
Ia berharap refleksi tersebut terus dipertahankan agar tidak kehilangan identitas Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya.
"Kalau sudah kehilangan identitas maka kehilangan ideologi dan kehilangan jati diri, kalau sudah kehilangan jati diri maka hilang nilai-nilai kebangsaan begitupun hilangnya kepedulian terhadap komitmen menjaga alam," ujarnya.
Kang Dedi Mulyadi menuturkan upacara pelepasan kereta kencana tersebut merupakan sebuah bentuk menjaga nilai kebangsaan dalam bentuk yang tidak kaku.
"Di Indonesia ada kekakuan yang dianggap protap. Menurut saya kekakuan boleh berubah setiap waktu dan sepanjang zaman karena kita harus adaptif pada perubahan," ucap KDM.
Nantinya setelah Ki Jaga Rasa menyelesaikan tugasnya di Istana Nagara akan kembali disambut oleh upacara kepulangan ke Lembur Pakuan.
Kereta kencana Ki Jaga Rasa merupakan salah satu kereta kencana yang didesain cukup elegan, dikerjakan dengan tangan-tangan terampil dan ahli terciptalah kereta kencana yang mengagumkan.
Usia kereta kencana ki Jaga Rasa sendiri, saat ini sudah belasan tahun atau tepatnya 15 tahun. Dari awal di buat hingga saat ini, kereta kencana ki jaga rasa masih tetap sama dan bisa dioperasikan dengan baik. ***




