POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menerima kehadiran DPP LDII di Gedung Nusantara III, Jakarta, Rabu (9/7). Pertemuan menghasilkan kerja sama penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam pertemuan itu, Muzani mengapresiasi gerakan LDII yang menginisiasi Sekolah Virtual Kebangsaan. Menurutnya, masalah kebangsaan menjadi tanggung jawab bersama.

"Kebangsaan tidak saja berbicara masalah ideologi, namun pangan juga bisa menjadi isu kebangsaan,” kata Muzani, Jumat (11/7/2025).

Baca Juga: KPK Didesak Periksa Wabup Madina Atika Azmi, Tak Hanya Geledah Dinas PUPR, Demo di Depan Gedung KPK

Legislator dari Partai Gerindra itu menambahkan, seluruh lapisan masyarakat lebih mengutamakan kepentingan bersama untuk menuju Indonesia sejahtera.

“Demi kebaikan bersama, semua kekuatan dan elemen yang kita miliki harus digunakan untuk tujuan yang jelas,” tutur Muzani.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Kyai Chriswanto Santoso menyampaikan, bahwa tujuan pertemuan untuk untuk membahas kelanjutan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani sejak era kepemimpinan MPR RI Bambang Soesatyo, khususnya terkait penyelenggaraan Sekolah Virtual Kebangsaan.

“Pertemuan tersebut membahas kelanjutan kerja sama antara MPR/DPR dan DPP LDII dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan. Kami mendapatkan respons lebih dari yang kami harapkan,” ungkapnya.

Baca Juga: CEK Segera! Jadwal Pencairan TPG Triwulan 2 Bagi Guru Non ASN dan Juga Skema Pembayarannya!

Chriswanto menekankan pentingnya menyamakan visi kebangsaan (tasfiatul manhaj) dan sinergi gerakan (tansikul harokah) dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, negara tidak hanya dibangun dari aspek ekonomi semata, tetapi harus ditopang oleh nilai-nilai kebangsaan yang kuat dan berkesinambungan.

"Kebangsaan itu bukan hanya soal ideologi, tetapi juga bisa menyangkut isu-isu lain seperti ketahanan pangan. Ini akan kita sesuaikan temanya secara bergiliran,” pungkasnya.***