POJOKSATU.ID - Kementerian Sosial dan Kementerian Pariwisata resmi menjalin kerja sama strategis yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Politeknik Pariwisata NHI Bandung.

Kesepakatan ini menjadi landasan kuat dalam mendukung pengembangan Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan, penguatan kurikulum, hingga alokasi beasiswa.

Dalam sinergi ini, Kementerian Pariwisata berkomitmen menyediakan lahan seluas lima hektare untuk pembangunan sekolah serta dua hektare untuk fasilitas olahraga.

Selain dukungan infrastruktur, Kementerian Pariwisata juga memasukkan kurikulum pariwisata dan menyediakan kuota beasiswa sebesar 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan kuliah.

Baca Juga: Gandeng ICW, Kemensos Ambil Langkah Preventif Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat

Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di lokasi tersebut direncanakan masuk pada tahap tiga atau empat yang akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum sesuai standar nasional.

Gedung sekolah berasrama ini dirancang untuk menampung sekitar 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan pendampingan 24 jam.

Proses pembelajaran di sekolah ini didukung oleh fasilitas teknologi modern, termasuk penerapan sistem manajemen pembelajaran secara digital.

Tujuan utama pengembangan sekolah ini adalah menciptakan lingkungan belajar berkualitas guna mempersiapkan generasi emas pada tahun 2045.

Baca Juga: Menpar Siap Boyong Megahnya JFC 2026 ke Pameran Top Eropa, Bikin Bangga Anak Jember

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui mekanisme penjangkauan langsung berbasis data tanpa proses pendaftaran mandiri.

Prioritas utama penerima manfaat difokuskan pada anak-anak yang putus sekolah, berisiko putus sekolah, maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan.

Sejak mulai beroperasi pada Juli 2025, Sekolah Rakyat telah berhasil melahirkan berbagai capaian dan prestasi membanggakan dari para siswanya.

Keberhasilan pembinaan tersebut ditampilkan secara memukau oleh para siswa melalui pidato dalam empat bahasa asing dan pertunjukan paduan suara.

Suasana acara penandatanganan semakin mengharukan saat salah seorang siswa membacakan puisi tentang harapan baru serta penampilan yel-yel dan atraksi karate.

Seluruh rangkaian pertunjukan tersebut membuktikan keberhasilan Sekolah Rakyat dalam mengembangkan potensi akademik, nonakademik, dan pembentukan karakter siswa.

Acara penting ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi dari kedua kementerian, unsur pemerintah daerah, serta jajaran pimpinan Politeknik Pariwisata NHI Bandung.***