POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Masih ingat dengan salah satu kantor Desa Di Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta yang di segel warga, kasusnya kini masih terus berlanjut tinggal menunggu waktu penetapan tersangka.

Atas kejadian penyegelan tersebut, warga hanya meminta transparansi aggaran dana desa, karena anggaran dari negara tersebut diduga di korupsi oleh kepala desa.

Pengusutan dugaan tindak pidana korupsi dana desa di Desa Pangkalan tersebut ditangani oleh pihak Kepolisian Polres Purwakarta, hingga kini masih terus berlanjut.

Baca Juga: Saka Korban Salah Tangkap Pembunuh Vina Cirebon Bersuara, Hotman Paris Curiga Pegi Bukan Pelaku yang Sebenarnya

Untuk mengetahui jumlah kerugaian negara akibat dugaan tindak pidana korupsi tersebut, pihak kepolisian meminta audit investigasi kepada pihak Inspektorat.

Hasil audit investigasi pihak inspektorat purwakarta sudah diserahkan ke pihak kepolisian, sayangnya pihak inspektorat enggan memberikan keterangan kepada wartawan nominal angka kerugian negara hasil audit di desa pangkalan tersebut.

Sementara hasil audit investigasi yang dilakukan oleh pihak Inspektorat sudah diserahkan kepada pihak kepolisian pada bulan Februari lalu.

Baca Juga: Banyak Masyarakat Ragu yang Ditangkap Pegi KW, Hotman Paris Tantang Polisi Konpers Tunjukkan Wajah Orang yang Ditangkap

“Ada permintaan dari pihak kepolisian sekitar bulan Agustus 2023, kemudian hasilnya sudah kita serahkan pada tanggal 2 februari 2024,” kata Nurhidayat kepad beberapa awak media beberapa waktu lalu.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi desa bojong sendiri, puluhan orang sudah di panggil untuk dimintai keterangan oleh Unit Tipikor Polres Purwakarta.

Total yang dimintai keterangan di panggil ke kantor kepolisian sebanyak 34 orang, dari berbagai pihak dan berbagai unsur untuk dimintai keterangan.

Baca Juga: Hasil Assessment Untuk Jabatan Direktur Bayu Asih Purwakarta Tahap Pertama Dilaksanakan Di Mabes Polri, Peringkat Pertama dr Hani Berikut Urutannya

Kabarnya, anggaran dana desa yang diduga di korupsi oleh kepala desa pangkalan mencapai ratusan juta rupiah angkanya lebih dari harga mobil mewah Innova Hybrid varian tertinggi.***