POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ratusan warga masyarakat Desa Plered Kecamatan Plered bereaksi turun ke jalan karena geram, warga melakukan aksi demo atas dugaan ruangan kepala desa yang dipakai ‘cangkul-cangkulan’ dengan wanita cantik.
Para warga merasa sudah gerah atas dugaan ‘cangkul-cangkulan’ kepala desa dengan wanita cantik di ruang kerjanya tersebut, sehingga mereka melakukan aksi demo sambil membentangkan beberapa sepanduk.
Reaksi rarusan warga masyarakat itu mewakili para rakyat di Desa Plered, yang menilai dugaan perbuatan ‘cangkul-cangkulan’ kepala desa dengan wanita cantik itu sudah tidak bermoral.
Salah seorang Badan Musyawarah Desa (Bamusdes) yang berhasil dihubungi pojoksatu.id, membenarkan bahwa pagi hingga menjelang siang tadi para warga melakukan aksi demo.
“Iya demo pagi tadi, para warga menuntut agar kepala desa mengundurkan diri,” kata Ari Hidayat, kepada pojoksatu.id, melalui sambungan seluller, Senin (18/09).
Tidak lama kemudian beberapa warga setempat juga mengirimkan beberapa video dan foto aksi para warga masyarakat, yang melakukan demo menuntut agar kepala desa mundur dari jabatannya.
Bahkan ada juga surat pernyataan tuntutan warga, yang diwakili oleh tokoh masyarakat juga bamusdes setempat yang intinya agar kepala desa mengundurkan diri dari jabatnnya.
Sebelumnya Diberitakan
Ruangan kerja kepala desa Plered Kecamatan Plered di segel, penyegelan itu dilakukan oleh Bamusdes atas desakan warga masyarakat guna meminta pertanggungjawab kepala desa.
Ruang kerja Kepala Desa tersebut sudah dua hari ini di segel, dalam artian tidak boleh digunakan oleh kepala desa selama belum ada pertanggungjawaban dari pihak kepala desa.
Disegelnya ruangan kepala desa tersebut, diduga ruangan tersebut pernah digunakan kepala desa untuk bermain ‘cangkul-cangkulan’ dengan wanita cantik.
Menurut Badan Musyawarah Desa (Bamusdes) setempat, masyarakat sudah banyak yang mengetahui adanya berita kapala desa main ‘cangkul-cangkulan’ dengan wanita cantik di ruangan tersebut.
“Semua pihak telah kami panggil untuk dimusyawahkan, baik itu kepala desa maupun wanita tersebut dan para saksi. Ruangan itu di pakai ‘cangkul-cangkulan’, diketahui dari pernyataan ibu Si (wanita cantik),” kata Ari Hidayat, Bamusdes Plered melaui sambungan seluller, Rabu (13/09).
Masih menurut Ari, pernyataan resmi dari ibu Si tersebut sudah di dokumentasikan (dalam bentuk video), dihadapan para anggota bamusdes. Sehingga pengaduan dugaan ‘cangkul-cangkulan’ di ruangan kantor kepala desa itu dokumennya ada di bamusdes.
“Pernyataan resminya dari Ibu Si sudah kita jadikan dokumen berbentuk video,” tambah Ari.
Atas pernyataan dan pengaduan Ibu Si didepan para Bamusdes dan kemudian juga banyak masyarakat luas (di Desa Plered) mengetahuinya, akhirnya masyarakat meminta kepada Bamusdes untuk menyegel ruangan kepala desa.
“Hanya ruangan kepala desa yang kita segel, karena diduga ruangan itu di pakai cangkul-cangkulan. Sementara untuk ruangan-ruangan lainnya tidak kami segel, agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tutup Ari, mengakhiri pembicaraan.
Sementara itu, Kepala Desa Plered saat dikonfirmasi via seluller hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban, atas dugaan ruangannya di pakai ‘cangkul-cangkulan’ dengan wanita cantik berinisial Si tersebut.***




