POJOKSATU.id – Kementerian Agama (Kemenag) menyediakan 90 buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab yang dapat diunduh secara gratis oleh siswa, guru, maupun masyarakat melalui laman resmi Kemenag.
Koleksi tersebut terdiri atas 58 Buku Teks Utama (BTU) mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), serta 32 buku untuk siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Program Keagamaan (MAPK).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan penyediaan buku digital ini merupakan upaya pemerintah mempermudah akses bahan ajar sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah.
Baca Juga: Pertamina Latih Ratusan Siswa SD di Indramayu Hadapi Gempa, Begini Simulasinya
"Kami sudah menyiapkan 90 buku mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. Seluruhnya dapat diunduh secara gratis melalui website Kementerian Agama," ujar Amien Suyitno di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurutnya, penerbitan Buku Teks Utama merupakan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan yang menugaskan pemerintah menyediakan bahan ajar berkualitas.
Amien menjelaskan seluruh buku disusun melalui proses yang ketat, mulai dari seleksi penulis, telaah oleh reviewer, evaluasi oleh tim penilai, hingga pengawasan oleh Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan (PBAL2K) Kementerian Agama.
Selain itu, seluruh buku diterbitkan dalam format digital agar lebih efisien dan mudah diakses kapan saja oleh guru maupun peserta didik.
Materi Disesuaikan dengan Jenjang Pendidikan
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, menjelaskan buku-buku tersebut disusun mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK.
Untuk jenjang MI, MTs, dan MA, Buku Teks Utama meliputi lima mata pelajaran, yaitu:
-
Al-Qur'an Hadis;
-
Akidah Akhlak;
-
Fikih;
-
Sejarah Kebudayaan Islam (SKI); dan
-
Bahasa Arab.
Baca Juga: Apa Itu MPLS PJJ 2026? Ijazahnya Setara Sekolah Formal, Ini Roadmap Kemendikdasmen hingga 2029
Sementara itu, bagi siswa MAN Program Keagamaan (MAPK), Kemenag juga menerbitkan buku-buku khusus berbahasa Arab yang mencakup mata pelajaran Tafsir, Hadis, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Ushul Fikih, Fikih, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf, hingga Bahasa Arab tingkat lanjut.
Nyayu menjelaskan materi pembelajaran dirancang sesuai jenjang peserta didik.
Pada tingkat MI dan MTs, penyajian materi dibuat lebih interaktif agar siswa mudah memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam yang ramah, moderat, dan inklusif dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan untuk jenjang MA dan MAPK, materi disusun lebih mendalam sehingga mampu membekali peserta didik menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan modern.
Baca Juga: Bupati Bandung Lepas Capaska 2026 ke Pusdiklat, Siap Tempaan Menuju Tugas Sakral 17 Agustus
Mengusung Kurikulum Berbasis Cinta
Menurut Nyayu Khodijah, Buku Teks Utama juga mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai ruh pembelajaran di madrasah.
Kurikulum tersebut menanamkan lima nilai utama atau Panca Cinta, yaitu:
-
Cinta Allah dan Rasul-Nya;
-
Cinta Ilmu;
-
Cinta Lingkungan;
-
Cinta Diri dan Sesama Manusia; serta
-
Cinta Tanah Air.
Melalui pendekatan tersebut, siswa madrasah diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang moderat, toleran, menghargai perbedaan, menolak kekerasan, serta mampu menghormati budaya lokal.
Nyayu menambahkan bahwa Buku Teks Utama merupakan dokumen yang bersifat dinamis sehingga akan terus disempurnakan sesuai perkembangan zaman melalui masukan dari guru, akademisi, maupun masyarakat.
Link Download 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis
Kementerian Agama menyediakan seluruh buku dalam format digital yang dapat diunduh secara gratis melalui laman resmi berikut.
Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab MI, MTs, dan MA
Buku PAI dan Bahasa Arab untuk MAN Program Keagamaan (MAPK)
Dengan tersedianya puluhan buku digital ini, guru dan siswa madrasah dapat memperoleh bahan ajar resmi secara lebih mudah tanpa biaya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperluas akses pendidikan, memperkuat literasi, serta menghadirkan pembelajaran agama yang moderat, berkualitas, dan relevan dengan perkembangan zaman. ***




