POJOKSATU.ID - Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Panjunan Bersatu (FPB), Forum RW, dan Rukun Nelayan Kelurahan Panjunan menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk Pelabuhan Cirebon, Senin (24/2). 

Mereka menuntut transparansi penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pelindo Regional 2 Cirebon serta kejelasan izin lingkungan terkait keberadaan stockpile PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP).

Aksi ini terjadi setelah berbagai upaya audiensi dengan manajemen PT Pelindo menemui jalan buntu. 

Bendahara FPB, Zaki Mubarok mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan CSR sejak satu bulan lalu, namun tidak mendapat tanggapan.

Baca Juga: SENSASI LAGI, Nikita Mirzani MENGAKU HAMIL, Sebut Jangan Malu Kalau HAMIL DI LUAR NIKAH, Tetap Santai sebagai Tersangka, Sebut Pelapor yang PUYENG

Upaya lanjutan dengan mengajukan audiensi dua pekan kemudian juga berakhir tanpa kejelasan.

"Kami bahkan sudah mendatangi kantor mereka, tapi hanya diberi tahu oleh petugas keamanan bahwa General Manager (GM) tidak ada di tempat. Padahal, mobil dinasnya ada di parkiran," ucapnya.

Selain persoalan CSR, warga juga menyoroti buruknya komunikasi antara pihak perusahaan dengan masyarakat sekitar. 

Pergantian GM PT Pelindo Regional 2 Cirebon yang kini dijabat oleh Darwis juga tidak diiringi dengan perbaikan hubungan dengan warga. Bahkan, komunikasi dengan beberapa staf manajemen disebut kerap tidak harmonis.

Sementara itu, PT Pelindo dijadwalkan menggelar audiensi dengan perwakilan warga pada pukul 14.00 WIB. Namun, FPB menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.

Baca Juga: Masinton Pasaribu Ungkap Kepala Daerah Kader PDIP Siap Ikut Retret di Magelang

"Kami tidak akan tinggal diam. Jika tidak ada transparansi CSR dan kejelasan izin lingkungan, aksi kami akan terus berlanjut," pungkasnya

Selain itu, massa aksi juga menutup pintu keluar pelabuhan Cirebon, yang mengakibatkan puluhan truk pengangkut batu bara tidak dapat beroperasi

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pelindo Regional 2 Cirebon belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga.

 

Caption : Massa aksi berkumpul di depan pintu akses utama Pelabuhan Cirebon