POJOKSATU.ID,- Mendekati konstalasi Pilkada Kabupaten Cirebon, politik semakin memanas dengan pernyataan mengejutkan dari mantan Bupati Cirebon, Imron. Dalam kunjungannya ke DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon, Imron secara terbuka mengakui kesulitannya mencari wakil untuk maju sebagai calon bupati.

Imron, yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, dengan lugas menyatakan bahwa PDIP saat ini "sedang jomblo" setelah ditinggalkan oleh koalisi lain.

 "Saya sudah datangi Gerindra, tapi tidak ada yang mau jadi wakil saya. Sekarang kita datangi Partai Golkar. Kalau tidak mau lagi, saya kemat nih pakai ajian jaran goyang," ujarnya dengan sedikit bercanda. Senin (24/06/2024) malam di DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon.

Kunjungan Imron dan rombongan ke Golkar disebutnya sebagai amanat dari DPP PDIP untuk menjalin komunikasi dan membangun koalisi yang solid untuk memenangkan Pilkada mendatang. Meskipun demikian, Imron tidak menutup kemungkinan bekerjasama dengan koalisi KIM (Koalisi Indonesia Maju) plus PKB, asalkan tujuannya sejalan untuk membangun Kabupaten Cirebon.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun ke-25 Eril dengan Sambangi Sungai Aree, Atalia Praratya : Merelakan Akan Selalu Menjadi Kata yang Tidak Pernah Mudah Dilakukan

"Meskipun kami bisa mengusung satu paket, tapi selagi masih bisa berkoalisi dengan parpol lain termasuk golkar, ya kami akan terima. Kan datang kesini juga kami tawarkan, apakah Teguh mau jadi wakil saya atau bagaimana," jelasnya.

Ketika ditanya, seandainya koalisi KIM plus PKB mau berkoalisi dengan PDIP, dan meminta Imron diposisi wakil bupati, Imron mengaku tidak ada masalah. Selagi ada kata kesepakatan, semuanya bisa dilakukan. Asal, tujuannya bersama sama membangun Kabupaten Cirebon. Disamping itu, saat ini persoalan koalisi saat Pilpres beberapa waktu lalu, tidak berlaku mengikat untuk daerah. Buktinya, ada perintah dari DPP PDIP, di Pilkada Kabupaten Cirebon untuk melakukan komunikasi dengan parpol lain.

"Asal semuanya sepakat, kalau untuk perbaikan kabupaten cirebon tidak ada yang tidak mungkin. Toh saya minta rudiana, bendahara umum DPC PDIP jadi wakil saya, dia malah tidak mau. Ya saya keliling lah cari wakil dari parpol lain," ucapnya.

Sementara itu Teguh Rusiana Merdeka, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon, mengonfirmasi bahwa kunjungan Imron adalah langkah awal untuk menjajaki kemungkinan koalisi antara PDIP dan Golkar. Namun, dia menegaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada konsultasi lebih lanjut dengan DPP Partai Golkar.

Pernyataan Imron ini tentu menambah panas persaingan politik jelang Pilkada Kabupaten Cirebon. Diharapkan langkah-langkah politik ini dapat menghasilkan koalisi yang kuat untuk mewujudkan visi pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.

Baca Juga: Beredar Poster Pencalonan Dirinya sebagai Wakil Gubenur Sulut, Ini Klarifikasi Nagita Slavina

"Ini upaya penjajagan membangun koalisi. Tapi kami belum bisa memutuskan karena kami harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan DPP," tukas Teguh.