POJOKSATU.id, KEDIRI-- Pulang kampung permanen, salah satu pilihan yang didambakan setiap para perantau. Bukan hanya untuk pulang sesekali, tetapi benar-benar menetap dan memulai fase hidup baru.
Seperti yang dirasakan Reza (41), mantan karyawan keuangan swasta, yang memutuskan meninggalkan pekerjaannya di Jakarta selama 15 tahun, dan memilih menetap di kampung halaman, tepatnya di Kediri.
Ditambah lagi, Kediri menjadi salah satu destinasi wisata lokal yang selalu banyak dikunjungi oleh warga setempat, sehingga membuat bagi perantau merindukan kampung halamannya.
Baca Juga: Pilih Longmarch, Aksi Demo BEM UI 12 Juni 2026 Dijegal TNI Polri Menuju Bundaran HI
“Awalnya cuma merasa capek biasa. Tapi lama-lama saya sadar hampir setiap hari hidup cuma diisi kerja, macet, pulang malam, lalu besok ulang lagi. Lama-lama saya berpikir, duh ini harus saya ulangi selamanya, ya,” kata Reza, Kamis (11/6/2026).
Pandemi beberapa tahun lalu menjadi titik yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan yang serba cepat. Ia mulai mempertanyakan kembali apa yang sebenarnya ingin dijalankan dalam jangka panjang.
“Waktu itu saya pulang agak lama ke Kediri karena work from home sekalian menjaga orang tua. Ternyata rasanya beda. Bangun pagi lebih tenang, masih bisa sarapan sama orang tua dan saudara, sore ketemu teman lama. Hal-hal kecil yang dulu biasa saja ternyata sekarang terasa penting," ucapnya.
Di Kediri, Reza bersama istri dan anak-anaknya menjalankan usaha kecil di bidang kuliner dan sesekali bekerja secara remote untuk beberapa klien lamanya di Jakarta.
Baca Juga: Soroti Pelaksanaan SPMB 2026, Komisi V DPRD Jabar Usulkan Pembentukan Pansus
“Sekarang saya punya waktu lebih banyak buat keluarga dan fokus menjaga kesehatan. Rasanya hidup lebih pelan, tapi justru lebih tenang,” ucapnya.
Fenomena serupa juga dirasakan Fauzan (58), pria asal Tulungagung yang kini mulai memasuki masa pensiunnya untuk kembali tinggal di kampung halaman.
Setelah puluhan tahun bekerja di Surabaya dan Jakarta, ia mulai merasa kota besar bukan lagi tempat yang ingin ia jadikan rumah selamanya.
"Anak-anak sudah mulai besar, ritme hidup juga sudah berubah. Sekarang yang dicari bukan lagi suasana ramai, tapi tempat yang nyaman untuk hidup, dengan udara yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Menurut Fauzan, kawasan Selingkar Wilis memiliki suasana yang sulit ditemukan di kota besar.
Biaya hidup yang lebih terjangkau, lingkungan yang masih terasa dekat antarwarga, serta akses menuju alam yang relatif mudah menjadi alasan banyak orang mulai mempertimbangkan untuk kembali ke kampung halaman.
"Perubahan ini juga mulai didukung dengan berkembangnya infrastruktur di kawasan Kediri Raya, termasuk akses transportasi dan konektivitas yang semakin memudahkan mobilitas masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Poppy Finalia, Marketing Communication Manager PT Surya Dhoho Investama mengatakan, kehadiran Dhoho International Airport membuat perjalanan menuju dan dari Kediri kini menjadi lebih praktis dibanding beberapa tahun lalu.
"Dhoho International Airport dibangun bukan hanya sebagai infrastruktur transportasi, tapi sebagai pintu pembuka pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kediri Raya dan kawasan Selingkar Wilis," ucapnya.***




