POJOKSATU.ID - Kedatangan Ilham Akbar Habibie ke Cirebon mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan tokoh politik lokal.
Salah satunya adalah politisi Nasdem Kota Cirebon, Harry Saputra Gani, yang menyatakan bahwa pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu dan Ilham Akbar Habibie, akan diterima dengan baik di wilayah Cirebon.
Menurut Harry, kedekatan Ahmad Syaikhu dengan Cirebon sebagai putra daerah menjadi salah satu faktor penting dalam penerimaan masyarakat.
"Pak Syaikhu adalah putra Cirebon, dan gagasan-gagasannya yang dibawa oleh pak Ilham untuk kota ini juga sangat luar biasa. Ketika bertemu dengan Pak Prabowo, beliau menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pemerintahan dengan semangat yang sama," ucapnya Selasa (17/9)
Baca Juga: Nikita Mirzani Sempat Memaksa Masuk Apartemen dan Mengobrak-abrik Lemari Anaknya, Lolly Meradang
Harry juga menekankan bahwa pasangan ASIH (Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie) merupakan representasi Jawa Barat yang Agamis, Santun, Intelektual, dan Humanis.
Sementara Ilham Akbar Habibie, yang merupakan putra pertama Presiden ke-3 RI B.J. Habibie menjelaskan komitmennya untuk memperkuat konektivitas infrastruktur dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, terutama di sektor industri.
"Saya datang ke sini untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan visi misi jika terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Salah satu fokus utama saya adalah pengembangan infrastruktur dan meningkatkan konektivitas dengan fasilitas seperti Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati," ucapnya Senin (16/9)
Ilham juga menekankan pentingnya peran Cirebon dalam ekonomi regional, mengingat kota ini memiliki potensi besar sebagai penyedia jasa industri.
Ia menyebut adanya investor yang sudah aktif di Cirebon sebagai peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik, baik untuk Kota Cirebon maupun Kabupaten Cirebon.
"Ke depannya, Cirebon bisa menjadi pusat industri yang lebih maju. Namun, pengembangan itu juga harus didukung oleh infrastruktur yang kuat, seperti Bandara Kertajati yang perlu dimaksimalkan dalam tiga sektor: penerbangan domestik, perjalanan haji dan umrah, serta logistik kargo," jelasnya.
Baca Juga: Ratusan Bikers Meriahkan Kopdargab PHSCJB: Silaturahmi, Wawasan, dan Hiburan di Banjar Patroman
Ilham menilai, Jawa Barat harus mengurangi ketergantungan pada Bandara Soekarno-Hatta, terutama dengan meningkatnya kemacetan di Jakarta.
Menurutnya, Bandara Kertajati bisa menjadi solusi bagi industri Jawa Barat, yang saat ini menyumbang sekitar 50persen dari total industri nasional.
"Bandara Kertajati dapat menjadi pusat ekspor industri, memfasilitasi distribusi logistik dengan konektivitas yang lebih efisien. Hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan mengurangi beban transportasi ke Jakarta," tambahnya.
Selain fokus pada infrastruktur, Ilham juga menyoroti pentingnya penciptaan lapangan kerja untuk mendukung pertumbuhan kelas menengah. Ia menyebut bahwa dalam lima tahun terakhir, kelas menengah Indonesia berkurang sekitar 10 juta orang akibat melemahnya sektor industri.
"Kita harus mendorong pertumbuhan industri di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional agar bisa menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Dengan begitu, pemerataan ekonomi bisa tercapai," ujarnya
Kunjungan Ilham ke Cirebon juga diisi dengan berbagai pertemuan, termasuk diskusi dengan pelaku industri batik dan masyarakat lokal untuk memahami kondisi ekonomi setempat.




