POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Kemacetan di kawasan Puncak menjadi sorotan bakal calon gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Setelah terjadinya kemacetan parah, bahkan menyebabkan seorang pengendara meninggal dunia,

Dedi menegaskan pentingnya solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini. Hal tersebut diungkapkannya saat berada di Bogor pada Senin (16/09).

Menurut Dedi, kemacetan di Puncak bukanlah masalah baru, terutama saat akhir pekan dan libur panjang.

Baca Juga: Rudiana Dilantik sebagai Ketua Sementara DPRD Kabupaten Cirebon, Siap Jalankan Empat Tugas Utama

"Puncak selalu menjadi masalah kemacetan ketika Sabtu, Minggu, dan liburan. Ini problem yang terus berulang dari dulu," jelas Dedi.

Ia menilai kemacetan tersebut membutuhkan penanganan serius dan solusi yang tepat agar tidak terus menjadi momok bagi masyarakat yang melewati jalur tersebut.

Sebagai salah satu solusi, Dedi mengusulkan pembangunan jalan baru yang menghubungkan Cianjur dan Bogor dengan rute alternatif yang tidak melewati Puncak.

Baca Juga: Musisi Diddy Ditahan usai Polisi Gerebek Tempatnya Menginap di New York

Bahkan, usulan tersebut pernah ia sampaikan dalam rapat Komisi V DPR RI, namun hingga kini belum terealisasi.

"Semoga di tahun 2025 atau 2026 pembangunan jalan tersebut bisa terwujud," harap Dedi.

Selain itu, Dedi menjelaskan pentingnya pengelolaan lalu lintas yang lebih baik dan terintegrasi, terutama pada saat-saat libur panjang.

Baca Juga: Diam-diam Telah Pisah, Intip Sosok Faby Marcelia dan Alasan Perceraian dengan Suaminya Revand Narya

Menurutnya, kemacetan di Puncak sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan dan membutuhkan tindakan nyata dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

Dedi menegaskan bahwa masalah kemacetan tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berdampak pada keselamatan.

Oleh karena itu, ia berharap solusi jangka panjang yang telah diusulkan dapat segera direalisasikan demi kepentingan warga.***