RADARCIREBON.COM – KAI Daop 3 Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui penerapan energi baru terbarukan di lingkungan operasional perkeretaapian.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel di tiga stasiun utama serta bangunan dinas Griya Karya Cirebon.
Pemanfaatan energi surya tersebut menjadi bagian dari strategi KAI dalam mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan biaya operasional.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan sistem PLTS yang diterapkan menggunakan teknologi On-Grid, yakni terhubung langsung dengan jaringan listrik PLN sehingga pasokan listrik tetap andal, sementara energi yang dihasilkan panel surya dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Tiga stasiun yang telah menggunakan solar panel yaitu Stasiun Cirebon dengan kapasitas 46 kWp, Stasiun Cirebon Prujakan 22 kWp, dan Stasiun Brebes 12 kWp," ujar Muhibbuddin, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, penggunaan solar panel tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi KAI dalam menciptakan operasional perkeretaapian yang lebih ramah lingkungan sekaligus efisien dalam konsumsi energi listrik.
Dengan total kapasitas mencapai 80 kWp, sistem PLTS di tiga stasiun tersebut mampu menghasilkan energi listrik rata-rata sekitar 11.610 kWh per hari atau sekitar 348.300 kWh per bulan. Energi itu dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional stasiun, mulai dari penerangan, sistem informasi penumpang, hingga pendingin ruang tunggu.
Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Publik Soroti Sosok Pengganti dan Dampaknya ke Rupiah
Muhibbuddin menjelaskan, apabila seluruh energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal, penggunaan PLTS berpotensi memberikan efisiensi biaya listrik hingga ratusan juta rupiah setiap tahun. Selain itu, program ini juga mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbasis fosil.
"Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan menjadi dua lokasi utama dengan kapasitas panel terbesar. Penggunaan solar panel ini merupakan bagian dari transisi energi KAI melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang telah mampu menghemat konsumsi listrik sekitar 7 hingga 9 persen," jelasnya.
Selain meningkatkan efisiensi, penerapan energi surya juga menjadi bagian dari implementasi konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung KAI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ke depan, KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen memperluas pemanfaatan energi surya dan berbagai inovasi ramah lingkungan lainnya di wilayah operasionalnya.
Tak hanya itu, dalam mendukung target NZE, KAI juga telah mengoptimalkan penggunaan bahan bakar B50 yang lebih bersih dan efisien untuk lokomotif serta armada kereta. Upaya lain yang dilakukan meliputi pengelolaan limbah secara berkelanjutan dan penggunaan fasilitas toilet ramah lingkungan guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan.***




