POJOKSATU.ID – Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Cirebon, Heru Subagia, mengungkapkan momen menarik saat Presiden Joko Widodo menanggapi usulan agar putranya, Gibran Rakabuming Raka, melanjutkan pendidikan strata dua (S2) di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pandangan KAGAMA untuk memperkuat kembali ikatan historis antara Presiden Jokowi dan almamaternya, UGM.
Menurut Heru, saran agar Gibran menempuh pendidikan S2 di UGM dinilai dapat memberikan penguatan identitas keluarga Presiden Jokowi sebagai bagian dari keluarga besar UGM.
“Sebetulnya Kagama juga menyarankan agar Mas Gibran untuk S2-nya kuliah di UGM dengan berbagai catatan. Ini akan memberikan penguatan kembali bahwa UGM menghargai dan memfasilitasi kembali keluarga Pak Jokowi sebagai bagian dari keluarga UGM,” ujar Heru.
Ia menjelaskan, langkah tersebut juga dinilai penting untuk mensinkronkan kembali nama baik Presiden Jokowi dan UGM di tengah berbagai isu yang berkembang.
Baca Juga: Prabowo Pantau Pembenahan Bursa Efek Indonesia, Batas Penempatan Dana Pensiun Jadi 20 Persen
Dalam konteks itu, UGM diposisikan sebagai fasilitator pendidikan apabila Gibran bersedia melanjutkan studi.
“Kalau Mas Gibran mau S2 di UGM, itu secara keseluruhan akan mensinkronkan nama baik Pak Jokowi dan nama baik UGM. Alangkah baiknya jika UGM hadir sebagai fasilitator,” lanjutnya.
Selain itu, Heru menilai rencana melanjutkan pendidikan ke UGM juga dapat menjawab isu yang selama ini beredar terkait latar belakang pendidikan Gibran.
Dengan melanjutkan studi ke jenjang S2, menurutnya, tudingan-tudingan tersebut dapat terpatahkan secara akademik.
“Sehingga anggapan-anggapan soal pendidikan Mas Gibran yang selama ini dipersoalkan, itu bisa terbantahkan karena beliau tetap bisa melanjutkan dan menjadi bagian dari UGM itu sendiri,” katanya.
Baca Juga: Sidang di MK, Ahli Hukum Nilai Kemandirian Anggaran Jadi Kunci Independensi Peradilan
Heru juga mengungkapkan respons Presiden Jokowi saat saran tersebut disampaikan secara langsung. Menurutnya, Presiden Jokowi merespons dengan tawa lepas.
“Ketika disampaikan, respon Pak Jokowi hanya tertawa. Tapi yang menarik, kami juga menegaskan hal yang lebih serius,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, KAGAMA Cirebon turut menyatakan dukungan agar Presiden Jokowi tetap teguh dan tidak mundur dalam menghadapi berbagai isu maupun proses hukum yang berkaitan dengan polemik ijazah.
“Kami menegaskan agar Bapak tidak mundur selangkah pun untuk mengawal proses hukum terkait isu ijazah,” tegas Heru.***




