POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Kepala Dinas Kesehatan ( Kadinkes ) Kabupaten Purwakarta, dr. Asep Saepudin, membenarkan adanya kejadian memalukan terjadi di Puskesmas yang dilakukan tenaga kesehatan.

Asep mengatakan dirinya mengetahui setelah para pelaku ditahan oleh pihak kepolisian, secara detail tidak mengetahui persis seperti apa kejadiannya.

Namun, secara kedinasan pihak Dinkes sudah melakukan langkah-langkah pemanggilan kepada yang bersangkutan.

Baca Juga: Respons Cepat DP3A Pemkab Sukabumi, Lindungi Keluarga Korban Pencabulan di Kadudampit yang Diduga Alami Intimidasi

“Terutama kepada Tenaga Kesehatan ( Nakes ) yang statusnya P3K,” kata Asep, kepada pojoksatu.id, Kamis (06/11).

Tenaga kesehatan yang terlibat ada 3 orang, kedua orang yang statusnya P3K masih menunggu hasil proses hukum dari pihak kepolisian.

“Kalau yang satu kan jelas, karena statusnya honor langsung di pecat oleh pihak Puskesmas, sedangkan yang dua orang yaitu driver dan perawat merupakan P3K untuk masalah kepegawaiannya diserahkan ke Dinas,” tambah Asep.

Baca Juga: Bukannya Ditahan Usai Cabuli Penyandang Disabilitas, Mantan Kapolsek di Kabupaten Timor Tengah Selatan Malah di Promosikan Jabatan

Pihak dinas belum memutuskan hukuman kepada kedua pelaku P3K tersebut, karena masih menunggu hasil keputusan hukum.

“Setelah ada keputusan hukum, baru kita serahkan proses selanjutnya ke BKPSDM,” tutup Asep.

Sebelumnya diberitakan, entah apa yang difikirkan oleh para tenaga kesehatan ( Nakes ) di salah satu Puskesmas, karena berani pasang kamera untuk mengintip.

Baca Juga: Tiga SMK Tawarkan Jurusan Unggulan, Siap Membentuk Keahlian Siswa, Cetak Profesional Muda

Korbannya seorang wanita sesama Nakes, sehingga berbubtut panjang karena dilaporkan kepada pihak Aparat Penegak Hukum ( APH).

Para Nakes tersebut akhirnya di proses hukum. Dan kabar terakhir katanya sekarang para tenaga sudah masuk ke bui menunggu persidangan.***