POJOKSATU.id - Polisi masih terus menyelidiki penyebab kematian ayah dan anak yang ditemukan membusuk di dalam rumahnya di Koja, Jakarta Utara.

Sejumlah petunjuk, barang bukti dan keterangan saksi-saksi juga masih terus dikumpulkan.

Terbaru polisi menyelidiki kemungkinan bahwa Hamka Rusdi dan putri bungsunya, AQ (2), mengalami keracunan.

Baca Juga: Santai Tanggapi Heboh Masalah Tato di Tubuhnya, Ayu Ting Ting : Ntar Kapan Kita Pakai Tato Peta

Karena itu polisi membawa beberapa sampel dalam bentuk cairan hingga sisa makanan.

Sampel tersebut diambil polisi dari rumah bos travel umroh tersebut di Tugu Selatan.

Beberapa sampel itu diambil usai polisi melakukan olah TKP di rumah tersebut.

Baca Juga: Gula, Pembunuh Rahasia yang Harus Diwaspadai Keberadaannya

Olah TKP itu sendiri dilakukan polisi dengan melibatkan sejumlah pihak.

Demikian Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iver Son Manosoh kepada wartawan, Selasa 31 Oktober 2023.

"Beberapa sampel yang kami ambil di TKP ada bentuk cairan, sisa makanan, beberapa benda benda yang kami anggap penting untuk dilakukan pemeriksaan," kata Iverson.

Baca Juga: Bodies, Serial Netflix yang Mencampurkan Unsur Misteri dengan Fiksi Sains dan Time Travel

Nantinya sampel tersebut akan diselidiki berbagai tim yang dilibatkan dalam penyelidikan.

Mulai dari ahli histopatologi forensik, ahli psikologi forensik, ahli toksikologi, identifikasi, dan tim gabungan Reskrim Polres Jakarta Utara dan Polsek Koja.

"Mudah-mudahan dengan metode scientific yang kami libatkan berbagai pihak ini akan menjawab apa yang menjadi sebab sebab almarhum meninggal di TKP," ucap Iverson.

Iverson menjelaskan, pelibatan ahli histopatologi diperlukan untuk mengetahui apakah korban tewas akibat menderita sakit atau keracunan.

Baca Juga: Dari Layar ke Dunia Nyata, Destinasi Wisata Populer yang Menjadi Lokasi Syuting Drakor

"Ada tidak kemungkinan-kemungkinan penyakit, korban mengalami suatu penyakit," ujar dia.

Sementara pelibatan tim toksikologi forensik dilibatkan untuk memastikan apakah korban keracunan zat tertentu.

"Ahli toksikologi forensik juga kami pandang perlu guna mengindentifikasi adanya unsur-unsur keracunan obat-obat keras yang berhubungan dengan kematian almarhum," jelas Iverson.

Baca Juga: Catat Jadwal Tayangnya! Studio Mappa Luncurkan Trailer Attack on Titan Final Season Part 4

Sedangkan untuk Asosiasi Psikologi Forensik, dilibatkan untuk melakukan identifikasi secara psikologis terhadap para korban.

Iver juga menyatakan tidak menutup kemungkinan penyidik akan melakukan oleh TKP secara berulang.

Hal ini untuk benar-benar memastikan tidak ada yang terlewat oleh penyidik untuk menguak tabir misteri kasus ini.

Baca Juga: Kronologi Miras Oplosan di Subang Telan Belasan Nyawa, Bermula dari Pesta Pernikahan

"Kami sangat mungkin akan kembali lagi melalukan olah TKP kembali bersama Apsifor guna melakukan observasi TKP," tandasnya.***