POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan serta keamanan pangan daerah melalui langkah konkret berupa Pelatihan Keamanan Pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan asupan makanan yang sehat, aman, dan bergizi, sekaligus mendorong pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, di Aula Sudirman Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi.

Dalam sambutannya, Ade menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem pangan yang tangguh serta berdaya saing.

“Pelatihan ini adalah langkah nyata dalam mendukung visi Kabupaten Sukabumi yang mubarokah. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan keamanan pangan mulai dari proses produksi hingga distribusi,” ujar Ade.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap sesi pelatihan dengan serius dan menerapkan pengetahuan yang didapat di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kedisiplinan dan tanggung jawab para pelaksana di lapangan.

“Kalau ada yang belum paham, jangan ragu untuk bertanya. Manfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin. Gunakan bahan baku lokal agar ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ade menegaskan bahwa penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) menjadi hal yang wajib bagi seluruh SPPG agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat.

“SPPG harus menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap makanan yang disajikan benar-benar aman dan bergizi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PKMM Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Irwan Ruswandi, menjelaskan bahwa pelatihan ini digelar di tiga wilayah, yakni Palabuhanratu, Cikidang, dan Cibadak, dan ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2025.

Ia menyebutkan bahwa para peserta akan mendapatkan pembekalan tentang cara memilih bahan makanan yang aman, teknik pengolahan dan penyimpanan yang higienis, serta pengelolaan limbah makanan secara tepat.

“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyedia layanan makanan bisa meningkat. Ini juga merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan,” ungkap Irwan.

Di sisi lain, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, turut mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam proses penyediaan makanan siap saji, terutama yang terkait dengan ketepatan waktu dan kualitas.

“Pendistribusian makanan harus dilakukan sesuai prosedur dan jangan sampai dimasak satu hari sebelumnya. Semua harus disiplin agar keamanan pangan benar-benar terjaga,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa kegiatan pelatihan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, yang tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan gizi anak sekolah, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal serta pembukaan lapangan kerja baru di daerah.

“Kepala dapur harus bisa mengatur dan memastikan setiap bagian bekerja sesuai tanggung jawabnya. Kalau semua dikerjakan dengan tulus, disiplin, dan penuh tanggung jawab, maka hasilnya pasti maksimal dan masyarakat pun akan merasakan manfaatnya,” tutup Agung.

Melalui pelatihan ini, diharapkan Kabupaten Sukabumi semakin siap dalam mewujudkan sistem pangan yang aman, bergizi, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat fondasi menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera.***