POJOKSATU.id, Cirebon – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memfokuskan peningkatan kompetensi caregiver atau pengasuh lansia untuk menjawab kebutuhan pasar domestik hingga internasional, khususnya Jepang.
Upaya ini dilakukan melalui sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Berdasarkan data 2024, persentase penduduk lanjut usia di Jawa Barat telah mencapai 11,25 persen atau sekitar 5,3 juta jiwa.
Bahkan, di Kabupaten Sumedang, Kuningan, dan Majalengka, angka lansia tercatat lebih tinggi dari rata-rata provinsi, yakni di atas 17 persen.
Kondisi tersebut menandakan kebutuhan mendesak akan tenaga pengasuh lansia yang profesional dan terlatih.
“Saat ini, lebih dari 80 persen perawatan lansia di Indonesia masih dibebankan kepada keluarga yang tidak terlatih,” ungkap Peneliti Ahli Pertama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat, Hana Riana Permatasari.
Sebagai langkah konkret, BP2D Jabar menyelenggarakan kegiatan Tindak Lanjut Nota Kesepakatan Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di SMK Negeri 1 Mundu, Cirebon, Rabu (21/1/2026).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong transformasi Pekerja Migran Indonesia dari sektor domestik sebagai house maid menjadi tenaga profesional bersertifikat atau care worker.
Kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi Cirebon, Subang, Majalengka, Indramayu, Sumedang, dan Kuningan diproyeksikan menjadi motor utama penyedia tenaga kerja terampil di bidang perawatan.
Saat ini, terdapat 33 SMK di kawasan Rebana yang memiliki konsentrasi keahlian Asisten Keperawatan dan Caregiver, menjadi basis penguatan sumber daya manusia sektor perawatan lansia.
Adapun langkah strategis yang disiapkan Pemda Provinsi Jawa Barat bersama BRIN meliputi perumusan regulasi melalui penyusunan Perda atau Pergub yang mengatur standar kompetensi serta perlindungan kerja pengasuh.
Selain itu, akan diberikan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi para pengasuh.
Kedua pihak juga berkomitmen mengakselerasi peningkatan kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Caregiver serta memperluas Tempat Uji Kompetensi (TUK) di wilayah Pantura.
Integrasi pendidikan formal di SMK dengan jalur pelatihan cepat melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) turut menjadi bagian dari strategi tersebut.
Melalui kolaborasi ini, Jawa Barat ditargetkan menjadi center of excellence ekonomi perawatan global, sekaligus memastikan para lansia di dalam negeri memperoleh layanan perawatan yang bermartabat dan berkualitas.




