POJOKSATU.id, PRABUMULIH - Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sang Made Mahendra Jaya, memuji Wali Kota Prabumulih, Arlan, yang melakukan perjalanan darat selama sembilan jam dari Prabumulih ke Jakarta pada 17 September 2025 lalu.

Arlan ke Jakarta untuk memenuhi panggilan Kemendagri terkait kisruh mutasi Kepala SMPN 1 Kota Prabumulih, Roni Ardiansyah.

Panggilan mendadak dari Kemendagri membuat Arlan harus melakukan perjalanan darat. Orang nomor satu di Kota Prabumulih ini berangkat dari Kota Prabumulih pada Rabu malam dan tiba di Jakarta pada Kamis pagi, 18 September 2025.

Baca Juga: Harta Wahyudin Moridu Minus Saat Dilapor KPK, Status Anak Mantan Bupati dan 2 Periode Anggota Dewan

Itikad baik dan sikap rendah hati yang ditunjukkan Arlan menjadi pertimbangan Kemendagri dalam memberikan sanksi ringan kepada wali kota yang juga politikus Partai Gerindra itu.

Kemendagri memberikan sanksi administrasi berupa teguran I kepada Arlan. Sanksi diberikan karena mutasi yang dilakukan Arlan terhadap Roni Ardiansyah tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yakni Pasal 7 UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Menurut Sang Made Mahendra Jaya, sanksi administrasi kepada Arlan sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 tentang Tata Cara Pengenaan Sanski Administrasi Kepada Pejabat Pemerintahan.

Baca Juga: Live Tiktok, Wahyudin Moridu dan Istri Ngaku Tak Punya Uang Rp 10 Juta Sesuai Permintaan Selingkuhan

Salah satu pertimbangkan sanksi ringan kepada Arlan yakni situasi di Kota Prabumulih tetap kondusif. Hal itu sesuai dengan monitoring yang dilakukan Kemendagri selama beberapa hari.

"Kami mempertimbangkan bahwasanya situasi di Kota Prabumulih sangat kondusif," ujar Sang Made Mahendra saat konfrensi pers di Kemendagri pada Kamis, 18 September 2025.

Selain itu, Arlan dan Roni juga sudah saling memaafkan. Bahkan, posisi Roni telah dikembalikan sebagai Kepala SMPN 1 Kota Prabumulih.

Baca Juga: Kompol Anggraini Putri Disebut Terima Rp 50 Juta per Bulan dari Irjen KM, Dapat Apartemen di Kemang

"Pak Wali Kota (Arlan) dan Pak Roni sebagai kepala sekolah bertemu tadi, bersilaturrahmi dan Pak Roni telah kembali melaksanakan tugas sebagai kepala SMPN 1 Prabumulih," kata Sang Made Mahendra.

"Mari kita ambil hikmah dari peristiwa ini sebagai pembelajaran bagi kita semua agar ke depan bisa berbuat lebih baik," tambahnya.

Sang Made Mahendra juga memuji itikad baik Arlan yang bersedia menghadiri panggilan Kemendagri di tengah kesibukannya cukup padat. Bahkan, Arlan rela melakukan perjalanan darat dari Prabumulih ke Jakarta.

"Pak Walikota (Arlan) jalan darat dari Kota Prabumulih kemari (Kemendagri) 9 jam, tadi malam berangkat, belum tidur beliau. Langsung datang, itikad baiknya luar biasa. Tiba pukul 05.00. Belum istirahat, itu juga jadi pertimbangan (keringanan sanksi)," tandas Sang Made Mahendra.

Wali Kota Prabumulih Minta Maaf

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Prabumulih, Arlan, menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya yang memutasi Roni hingga menjadi sorotan publik.

“Pertama-tama saya mohon maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Prabumulih. Saya akui, keputusan itu adalah kesalahan saya. Ke depan, ini menjadi pembelajaran penting agar saya lebih sabar dan bisa mengontrol diri,” kata Arlan dengan nada tegas namun penuh penyesalan.

Arlan menyadari bahwa introspeksi diri adalah langkah penting agar kepercayaan publik tetap terjaga. Karena itu, Arlan juga menyampaikan permohonan maaf kepada Roni.

“Saya mengucapkan permohonan maaf kepada Bapak Roni, Kepala SMP Negeri 1. Saya menyadari kesalah saya," tambah Arlan.

Arlan Sambangi Kediaman Roni Ardiansyah

Sikap rendah hati ditunjukkan Wali Kota Prabumulih, Arlan, dengan mengunjungi kediaman Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. Arlan Rela meminta maaf kepada anak buahnya sendiri setelah menyadari keputusannya keliru.

"Alhamdulillah, satu hal luar biasa yang saya dapatkan karena hari ini, kemarin juga, Bapak Wali Kota Prabumulih dengan segala kerendahan hatinya telah bersilaturrahmi ke rumah saya, kembali merangkul saya," terang Roni pada Kamis, 18 September 2025.

Roni bersyukur karena masalah yang terjadi antara dirinya dengan Arlan telah selesai. Terlebih Arlan telah mengembalikan posisi Roni sebagai kepala SMPN 1 Prabumulih.

"Dengan rasa haru dan bangga, pada hari yang telah ditentukan, bertepatan dengan tanggal 17 September, saya telah dikembalikan (ke SMPN 1), diantar langsung oleh yang mewakili Pemerintah Kota Prabumulih, bapak inspektur didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih," tambah Arlan.

"Ini satu hal yang luar biasa bagi saya, terima kasih. Saya dengan segala kerendahan hati, mohon maaf atas masalah yang terangkat di media dan media sosial. Insya Allah, saya berdoa untuk ke depannya saya bisa lebih baik lagi, saya bisa memperbaiki diri dari kesalahan-kesalahan yang saya lakukan," tandas Roni Ardiansyah. ***