POJOKSATU.id - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Ikhwanudin, mengakui integrasi antara angkutan umum dan Stasiun LRT (light rail transit) Jabodebek di Kota Bekasi belum mencapai 100 persen.
Ikhwanudin menjelaskan bahwa masih terdapat beberapa rute yang perlu dievaluasi, termasuk angkutan kota di Kota Bekasi.
"Belum mencapai 100 persen, kami masih memaksimalkan layanan Trans Patriot," jelas Ikhwanudin baru-baru ini.
Baca Juga: Misteri 97 Nama Siti Aisyah yang Lolos PPDB Jalur Zonasi di SMAN 1 Kota Bekasi
Dia menegaskan bahwa mereka akan melakukan pengoptimalan layanan bus Trans Patriot agar dapat mencakup 5 stasiun LRT Jabodebek di Kota Bekasi.
Lima stasiun tersebut adalah Stasiun Jatimulya (Bekasi Timur), Stasiun Bekasi Barat, Stasiun Cikunir 1 dan 2, serta Stasiun Jatibening Baru.
"Proses evaluasi ini melibatkan waktu, misalnya, bagaimana mencapai stasiun LRT dari rumah. Contohnya adalah penggunaan Trans Patriot yang akan dioptimalkan, serta angkutan kota lainnya. Semua itu akan dievaluasi," ucap dia.
Salah satu rute yang telah selesai terkait integrasi adalah rute Trans Patriot menuju Stasiun Jatimulya.
Menurut Ikhwanudin, rute bus tersebut kini sudah diarahkan melalui Grand Dhika atau akses Tol Bekasi Timur.
Baca Juga: Kedatangan Segelintir Orang, STTD Bekasi Harapkan Pihak yang Bersengketa Selesaikan Persoalan
LRT Jabodebek menghubungkan wilayah pinggir Kabupaten Bekasi, yaitu Tambun, dengan Kota Bekasi, pusat Jakarta, dan juga Kota Depok.
Dengan LRT ini, warga Kota Bekasi dapat menuju sejumlah stasiun di Jakarta seperti Cawang, Halim, Ciliwung, Cikoko, Pancoran, Kuningan, Rasuna Said, Setiabudi dan Dukuh Atas.
Juga ke wilayah timur Jakarta di TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, dan Harjamukti yang masuk wilayah Kota Depok.***




