POJOKSATU.id, SUMUT - Kisah anak ojek online (ojol) yang dijebak untuk ikut tes sekuriti namun lulus jadi polisi, ternyata tak lepas dari sosok yang satu ini.

Dia adalah Inspektur Satu (Iptu) Ahmad Saidi, yang berhasil menjebak anak temannnya itu untuk ikut tes Bintara berkedok tes sekuriti.

Iptu Ahmad Saidi adalah pria kelahiran Palembang yang bertugas di Bandar Lampung.

Tepatnya, ia menempati posisi Kepala Unit (Kanit) Ranmor Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

Baca Juga: Jalani Rangkaian Assesment, Korban Penipuan IPhone Si Kembar Rihana Rihani Sambangi Gedung LPSK

Ia berjumpa dengan Rizqi sekitar 6 bulan lalu setelah dikenalkan oleh ayahanda Rizqi, Safrizal.

Ahmad Saidi kerap menerima keluh kesah Safrizal terkait masa depan Rizqi.

Sang ayah kerap bertanya, apakah Rizqi harus merantau ke Jakarta atau tetap di Bandar Lampung.

Akhirnya, Ahmad Saidi pun terpikir untuk menawarkan Adz Rizqi mengikuti tes kepolisian.

Baca Juga: Diberi Gelar Sojuangon Perkasa Alam, Edy Rahmayadi Sebut Parboha Bentuk Eksistensi Kearifan Lokal Sumut

Bukannya diterima, tawaran Ahmad Saidi justru ditolak mentah-mentah, oleh Rizqi.

"Waktu pertama ketemu saya tanya, minat enggak jadi polisi, dia (Rizqi) langsung jawab cepat, enggak mau, enggak minat," ungakp Iptu Ahmad Saidi.

Menurut Iptu Ahmad Saidi, Rizqi saat itu ingin langsung mencari kerja demi membantu perekonomian keluarga.

Namun, Iptu Ahmad Saidi tidak kehabisan cara untuk memberikan kesempatan tes kepolisian kepada Rizqi.

Baca Juga: Panji Gumilang Belum Juga Ditetapkan Tersangka Penistaan Agama, Padahal Kasus Naik Penyidikan Pekan Lalu

Ia pun menawarkan Rizqi untuk mengikuti tes sebagai sekuriti.

Ternyata usahanya itu tidak sia-sia, sebab Rizqi langsung menyetujuinya.

"Ya sudah, karena anaknya maunya begitu, jadi saya tawari mau nggak bekerja sebagai sekuriti, kebetulan saya ada kenalan, ditanya begitu Rizqi langsung jawab mau," kata Saidi.

Saat itu, Iptu Ahmad Saidi terpikir untuk "menjebak" Adz Rizqi dengan berbagai latihan untuk persiapan tes Bintara.

Baca Juga: Panjangnya Proses Penyidikan Kasus Panji Gumilang, Penetapan Tersangka Masih Gelap

Saidi beralasan pada Rizqi bahwa meskipun ini hanya tes sekuriti, tetapi tetap membutuhkan fisik yang prima.

"Fisiknya Rizqi waktu itu memang kurang prima, tapi bentuk badannya sudah bagus, hanya tinggal dibentuk saja," kata Saidi.

Keyakinan Iptu Ahmad Saidi untuk menjebak Adz Rizqi mengikuti tes kepolisian lainnya yaitu karena prestasinya yang baik.

Akhirnya, Iptu Ahmad Saidi pun menggembleng fisik Adz Rizqi selama dua bulan hingga memenuhi standar.

Baca Juga: Praktik Ilegal Suntik Payudara di Bandung Berbuah Petaka, Dada Busuk dan Bernanah, Waria Turut Diamankan

Rizqi pun menjadi bersemangat dan memutuskan untuk mendaftar penerimaan bintara tahun 2023/2024 kemarin, dan setelah 13 tahapan dilalui, Rizqi lulus dengan murni.

Di balik jebakannya terhadap Adz Rizqi, ternyata Iptu Ahmad Saidi hanya ingin mencari teman olahraga.

Hal itu yang kemudian memotivasi Iptu Ahmad Saidi untuk membimbing Rizqi, latihan untuk membentuk tubuhnya agar bisa mngikuti tes masuk polisi.

"Kebetulan saya suka olahraga, cuma pengen nyari teman buat joging, masalah dia lulus atau tidak nggak pernah kepikiran," katanya.

Baca Juga: Juni 2023 Terdata 4 Penambahan Kasus Baru Stunting di Medan Sunggal, Ketua TP PKK Kota Medan Beri PMT

Selama menjalani proses bimbingan dan latihan, Iptu Ahmad Saidi bahkan mengeluarkan kocek pribadi.

Beberapa biaya yang dikeluarkannya untuk Rizqi seperti membership gym hingga asupan susu.

Saidi mengaku bangga dengan pencapaian yang diraih Rizqi. Baginya apa yang telah terjadi adalah hasil kerja keras Rizqi sendiri.

"Saya cuma bantu semampu saya, motivasi sama menularkan pengetahuan saya," ujar Saidi. ***

Baca Juga: Penjelasan Kepala SDN Rengasdengklok Utara II Karawang Soal Duit Sumbangan Kursi dan Meja