POJOKSATU.ID — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) resmi menghadirkan model pembelajaran berbasis praktik melalui program Kios @ School di SMK Walang Jaya.
Inisiatif ini memberi kesempatan bagi siswa untuk mengelola bisnis ritel telekomunikasi secara langsung di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat komitmen Indosat dalam mendukung pendidikan vokasi dan kolaborasi dengan dunia industri.
Melalui program ini, siswa dari berbagai jurusan—mulai dari Teknik Otomotif, Akuntansi, hingga Tata Kelola Perkantoran—mendapat pendampingan langsung dari tim Indosat untuk menjalankan operasional kios.
Para siswa mempraktikkan pencatatan transaksi, pengelolaan stok, hingga layanan pelanggan secara profesional. Pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan kompetensi bisnis, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, serta etika kerja.
Baca Juga: Akhirnya Cair! Guru Non ASN SMA Garut Ungkap Detik-Detik Klenting TW 4 Usai SKTP 20 Oktober
“Kami percaya pendidikan vokasi merupakan kunci dalam mencetak generasi muda yang mandiri dan siap kerja,” ujar Chandra Pradyot Singh, EVP – Head of Circle Jakarta Raya (JAYA) Indosat Ooredoo Hutchison. Senin (17/11/2005)
“Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga mengasah keterampilan manajerial dan finansial yang sangat penting untuk dunia industri.”sambungnya
Program Kios SMK Walang Jaya juga terintegrasi dengan kurikulum sekolah sebagai bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Selain praktik operasional, Indosat turut menghadirkan pelatihan tematik seperti seminar teknologi seluler, distribusi digital, hingga literasi kecerdasan buatan (AI) yang membantu memperluas wawasan siswa mengenai perkembangan teknologi dan dunia bisnis modern.
Kepala Sekolah SMK Walang Jaya, Gatot Edi Sabekti, S.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut. “Kami berterima kasih kepada Indosat Ooredoo Hutchison karena telah memberi ruang bagi siswa untuk belajar langsung dari dunia industri. Pengalaman ini sangat berharga untuk membentuk kepercayaan diri dan kemandirian mereka,” ujarnya.
Dengan jumlah siswa lebih dari 2.800 orang dari empat kompetensi keahlian—Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, serta Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Walang Jaya menjadi contoh nyata kolaborasi pendidikan dan industri yang menghasilkan pembelajaran relevan dan berdampak sosial.
Program ini juga melanjutkan kerja sama sebelumnya antara Indosat dan SMK Walang Jaya, seperti Hero Power Battle, Seminar Teknologi Seluler dan Distribusi Digital, serta Pelatihan Pemasaran Berbasis AI. Ke depan, model Kios @ School akan terus dikembangkan sebagai best practice nasional untuk memperkuat kesiapan kerja siswa SMK.
“Kami ingin menjadikan Kios SMK Walang Jaya sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia pendidikan dan dunia usaha secara berkelanjutan,” tambah Chandra. “Indosat berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui konektivitas, inovasi, dan kolaborasi.”
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana peran konektivitas dapat membuka akses pembelajaran dan memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang di era transformasi digital.***




