POJOKSATU.ID - Indonesia resmi menjadi anggota penuh aliansi ekonomi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) pada 6 Januari 2025.

Keputusan ini memunculkan berbagai pandangan mengenai dampaknya terhadap nilai tukar rupiah dan hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat.

Profesor Ekonomi Bisnis dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Rosdiana Sijabat, menilai tidak ada pelemahan signifikan pada nilai rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa hari terakhir.

“Secara historis, nilai tukar rupiah berada pada level yang relatif stabil dalam 10 hari terakhir. Kekhawatiran bahwa bergabungnya Indonesia ke BRICS akan melemahkan rupiah tidak tercermin dari data fluktuasi nilai tukar saat ini,” kata Rosdiana pada Kantor berita RMOLJabar, Kamis (9/1).

Namun, Rosdiana juga mengingatkan adanya potensi dampak dari kebijakan ekonomi Amerika Serikat, khususnya jika pemerintahan Trump yang dikenal proteksionis kembali berkuasa.

Baca Juga: Panel Dingding Terbakar Kondisi Grage Mall Cirebon Kembali Normal

Amerika cenderung menjaga jarak politik dan ekonomi dengan negara-negara yang dianggap bukan sekutunya, seperti Rusia dan China. Langkah ini dapat berimbas pada hubungan dagang Indonesia dengan AS yang selama ini cukup signifikan.

“Ketika Indonesia menjadi anggota BRICS, AS mungkin menganggap kita memberi sinyal memilih memanfaatkan peluang ekonomi dan politik dari aliansi ini. Hal ini bisa mempengaruhi fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) yang selama ini memberikan tarif rendah bagi produk ekspor kita, seperti produk kimia, pakaian jadi, alas kaki, dan mesin,” tambahnya.

Rosdiana mencontohkan, AS pernah memberlakukan bea masuk hingga 200 persen terhadap produk otomotif asal Meksiko sebagai langkah proteksionis.

Hal serupa bisa saja terjadi pada produk Indonesia jika kebijakan proteksi ekonomi AS diperketat. Meski begitu, Rosdiana menilai Indonesia tidak perlu terlalu khawatir.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Los Angeles, Pengumuman Nominasi Piala Oscar 2025 Resmi Ditunda

“BRICS membuka peluang membangun aliansi ekonomi baru yang lebih kuat, namun kita tetap harus menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat,” tegasnya.

Dengan bergabungnya Indonesia ke BRICS, diharapkan potensi ekonomi global dapat dimanfaatkan secara maksimal, tanpa melupakan langkah antisipasi terhadap dampak kebijakan negara-negara besar lainnya.