POJOKSATU.id - Keputusan Imam Supandi mantap maju sebagai calon Wali Kota Malang bukan hal yang tiba-tiba, melainkan melalui perenungan selama setahun terakhir.

Salah satu alasan pendiri Yayasan Pondok Modern Babussalam Al Firdaus Karangploso, Kabupaten Malang, ini adalah berkenaan dengan dunia yang selama ini digelutinya, yakni pendidikan.

"Sebetulnya, latar belakang saya bukan orang politik atau pemerintahan," ungkap Imam Supandi, dikutip Rabu 24 Juli 2024.

Semua bermula dari desakan yang ia terima dari tokoh-tokoh pendidikan di Kota Malang kepada dirinya.

Baca Juga: KPK Diminta Kembalikan Rumah Istri Rafael Alun, Begini Bunyi Putusan MA

"Baik ulama, habaib, kiai, LSM, datang ke pondok saya, meminta saya maju. Itu sudah setahun yang lalu," tutur dia.

Selama setahun itu, ia melihat tidak ada perubahan siginiikan yang dilakukan pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Baik dalam hal pendidikan, ekonomi, kesahatan dan lainnya.

"Padahal jargonnya Kota Malang adalah kota pendidikan, industri, dan wisata. Kok tiga bidang ini malah kurang optimal dilaksanakan," kata dia.

Baca Juga: SDN 01 Pondok Bambu Kebakaran, 18 Unit Armada Diturunkan, Tak Ada Korban Jiwa Maupun Luka-luka

Pria yang juga Kepala SMK Mahardika ini ingin membangun kembali citra Kota Malang sebagai kota pendidikan, industri, dan wisata dengan beberapa penguat.

"Kota pendidikan yang bermartabat, punya akhlak dan etika, berkaitan juga dengan kota industri yang mumpuni dan komprehensif untuk meningkatkan ekonomi rakyat," ujar dia.

Sementara wisata yang jadi salah satu jargon juga sama sekali tidak terlihat.

"Kaitannya juga dengan kota wisata, wisatanya mana? Ndak ada (yang optimal, red). Semuanya selama ini ke Batu," beber dia.

Padahal secara infrastruktur, Kota Malang sudah siap menjadikan 3 identitas itu benar-benar berdampak dan menyejahterakan masyarakat.

Salah satunya tol di Gribig dan akses transportasi yang mudah dari luar kota ke Kota Malang.

"Dengan semua itu, bagaimana rakyat menjadi tidak miskin, ekonomi lemah menjadi kuat, dan pengangguran bisa teratasi," lanjutnya.

Lalu apa yang akan jadi fokusnya nanti jika terpilih menjadi Wali Kota Malang?

Baca Juga: Download Logo Resmi HUT RI ke 79, Mengusung Tema Nusantara Baru Indonesia Maju, Begini Maknanya

"Katanya kota pendidikan, pendidikan kok masih bayar. Padahal yang dikatakan pendidikan wajib tidak mengenal orang kaya atau miskin. Selama ini tidak merata," ujar dia.

Ia juga ingin pengembangan wisata Kota Malang tidak melulu melibatkan APBD. Salah satunya bisa menggandeng invertor.

"Manti sistemnya bagaimana? Kita bangun bareng-bareng," ungkap Wakil Ketua Umum Lembaga Komunikasi Pemangku Adat Seluruh Indonesia (LKPASI) ini.

Hal lain yang disorot adalah perizinan pembuatan usaha yang akan makin dipermudah di bawah kepemimpinannya.

Menurutnya, izin usaha harus dibuat jauh lebih mudah karena ujung-ujungnya, ivestasi tersebut akan mengangkat derajat masyarakat Kota Malang.

Baca Juga: Cinlok di Lingkungan Kerja Berujung Petaka, Kades Blora Dipecat Gegara Selingkuh dengan Anak Buah

"Dampak lingkungannya diatur, karena industri bisa menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja," jelas dia..

Sebagai Wali Kota, tentu saja bukan sekedar membubuhkan tandatangan. Melainkan harus menjadi seorang manajer.

"Jadi harus konkret programnya. Di tahun pertama bagaimana mengentaskan kemiskinan, memberdayakan ekonomi kerakyatan, dan mengurangi pengangguran," tandas Supandi.

Dalam kesempatan itu, Imam Supandi juga dikenalkan dengan ekosistem Promedia Teknologi Indonesia.

Dimana saat ini telah memiliki jaringan 1.132 media di seluruh Indonesia. 120 diantaranya di Jawa Timur dan 10 media di Malang Raya.***