POJOKSATU.id, BOGOR – Pada tahun 2024, Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) melaksanakan program pengabdian kepada Masyarakat dengan fokus pada peningkatan keterampilan siswa dalam bidang pertanian dan peternakan.
Program ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian pangan melalui pemberdayaan berbasis Masyarakat dan kemitraan, khususnya bagi santri di Pesantren Ma’had Taqwa Center, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memperoleh keterampilan yang berguna dalam bidang pertanian dan perternakan serta mampu menerapkannya untuk mencapai kemandirian pangan.
Baca Juga: 8 Bahan Alami untuk Menghilangkan Flek Hitam pada Kulit, Ternyata Sangat Mudah Loh!
Kegiatan ini mencakup berbagai pelatihan praktis, seperti budidaya ikan lele dan nila, peternakan ayam, serta penanaman hidroponik. Selain itu, kami juga memberikan edukasi kesehatan menggunakan peralatan kesehatan kepada seluruh pihak pesantren dan para santri. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, beberapa narasumber ahli turut serta memberikan materi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para santri.
Dr. Espaldy Muhammad Andana memulai dengan memberikan edukasi mengenai Pentingnya Kesehatan dan Perilaku Hidup Sehat di Lingkungan Pesantren. Materi ini bertujuan untuk memastikan bahwa para santri tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga memahami bagaimana menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Selanjutnya, Bapak Dr. Jan Horas V. Purba menyampaikan materi mengenai Bagaimana Mengubah Pesantren dari yang Non-produktif Menjadi Produktif Serta Membangun Jiwa Kewirausahaan di Kalangan Santri. Materi ini sangat penting untuk mempersiapkan para santri agar mampu menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dengan keterampilan yang mumpuni.
Baca Juga: 10 Bahan yang Tidak Boleh Ditambahkan dengan Smoothie, Ini Dia Penyebabnya
Seorang mahasiswa yang menjadi bagian dari program ini, menjelaskan Mekanisme Penggunaan Website yang dapat dikembangkan oleh Taqwa Center.
Website ini dirancang untuk memudahkan para orang tua untuk melihat informasi mengenai pesantren ini dan apa saja yang ada di dalam pesantren ini serta kegiatan kegiatan yang dilakukannya.
Selanjutnya penyampaian materi oleh Bapak Anton Sukamto yang memberikan pemaparan Mengenai Teknik Hidroponik dan Budidaya Ikan, yang dilanjutkan dengan praktik langsung oleh para santri, sementara Ibu Gen Gen Gendalasari memberikan penjelasan tentang Teknik Ternak Ayam yang efisien dan berkelanjutan, yang juga diikuti dengan sesi praktik.
Kegiatan ini memberikan berbagai hasil dan manfaat nyata bagi pesantren dan para santri. Pertama, santri memperoleh keterampilan praktis dalam budidaya ikan, peternakan ayam, dan penanaman hidroponik.
Keterampilan ini tidak hanya relevan dalam konteks pertanian dan peternakan, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, melalui edukasi kesehatan yang diberikan, para santri dan pihak pesantren mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai pentingnya kesehatan dan perilaku hidup sehat, yang akan membantu mereka menjaga lingkungan yang bersih dan sehat di pesantren.
Lebih dari itu, santri dibekali dengan pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana mengelola usaha produktif, sehingga mereka mampu berkontribusi pada pengembangan usaha pesantren yang berkelanjutan.
Melalui penerapan ilmu dan keterampilan yang telah dipelajari, pesantren kini dapat mengelola berbagai usaha seperti penjualan hasil pertanian dan peternakan, yang tidak hanya membantu dalam kemandirian pangan tetapi juga memberikan sumber pendapatan tambahan bagi pesantren.
Program ini melibatkan kolaborasi dengan Pesantren Ma’had Taqwa Center sebagai mitra utama serta dukungan dari pemerintah daerah, perusahaan dan LSM.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program dan mencapai tujuan pemberdayaan ekonomi serta sosial.
Kepala LPPM IBI Kesatuan, Dr.H. R. Aang Munawar, S.E., M.M., CIFM., CIMA., CIERM., CIBG., menyatakan bahwa program ini juga bertujuan untuk memperluas Indikator Kinerja Utama (IKU) secara internasional, sesuai dengan visi IBI Kesatuan untuk menjadi universitas unggulan di bidang bisnis, informatika, dan pariwisata pada tahun 2039.
Melalui program ini, diharapkan terjadi peningkatan jiwa kewirausahaan di kalangan santri, peningkatan wawasan tentang pengelolaan pesantren yang lebih produktif, serta pemahaman tentang promosi melalui website dan media sosial.
Selain itu, diharapkan terjadi peningkatan gizi melalui hasil tanaman hidroponik dan ternak ikan lele, serta pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan untuk konsumsi sendiri dan dijual ke masyarakat sekitar.
Dengan demikian, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan Masyarakat di sekitar pesantren, serta menciptakan kemandirian pangan melalui peningkatan keterampilan siswa dalam bidang pertanian dan peternakan.



