POJOKSATU.ID - Telkom Indonesia (Persero) Tbk dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 pada 27 Mei 2025. Salah satu agenda RUPST tersebut yaitu terkait rencana perombakan atau pergantian jajaran direksi dan komisaris.

Dari tiga nama kandidat kuat Direktur Utama (Dirut) Telkom yang baru terdapat satu nama yang dianggap banyak pihak akan mampu membawa Telkom menjadi perusahaan yang akan memberikan keuntungan besar pada Negara.

Tiga nama tersebut yaitu Direktur Group Business Development Telkom, Honesti Basyir, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Heri Supriadi dan Ririek Adriansyah yang kini masih menjabat sebagai Dirut Telkom.

Pengamat ekonomi dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Ida Bagus Raka Suardana menilai, merupakan hal wajar jika banyak pihak mendorong agar yang kini menjabat sebagai Direktur Group Business Development Telkom, Honesti Basyir untuk dipilih oleh pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 Mei mendatang.

Menurutnya sosok Honesti cocok menjadi direktur utama Telkom menggantikan Ririek Adriansyah. Karena, dengan panjangnya pengalaman Honesti di berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bisa menambah keyakinan para investor atau pasar, sehingga nilai saham Telkom bisa terkerek naik dibandingkan saat ini.

Baca Juga: Kemunculannya di Red Carpet Cannes Film Festival 2025 Jadi Sorotan, Syahrini Ungkap Kehadirannya untuk Menerima Penghargaan dari UNESCO

"Dari sudut pandang manajerial dan kepemimpinan korporasi, Honesti Basyir memang cukup layak dipertimbangkan sebagai calon Dirut PT Telkom Indonesia,” kata Raka, Minggu (18/5/2025) 

Raka mengatakan pengalamannya memimpin sejumlah BUMN, termasuk Kimia Farma dan Bio Farma sebagai dua entitas strategis dalam sektor kesehatan nasional menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola perusahaan besar yang kompleks dan berorientasi publik.

"Tentu itu menjadi modal penting bagi Telkom yang kini berada di tengah transformasi digital dan tekanan disrupsi industri telekomunikasi," ujarnya.

Seperti diketahui publik, nilai saham Telkom saat ini berada di level Rp2.740. Nilai saham tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan nilai saham Telkom setahun lalu yang berada di level Rp4.200 an.

Menurut Raka, kembalinya Honesti ke Telkom sebagai Direktur Group Business Development juga dapat dimaknai sebagai strategi regenerasi kepemimpinan dari dalam. Di mana figur yang sudah memahami jiwa (DNA) perusahaan diberi ruang untuk membentuk arah strategis baru.

Baca Juga: Hargobinangun, Desa BRILiaN di Lereng Merapi yang Sukses Bangkitkan Ekonomi Lewat Wisata dan Pertanian

"Tentu ini akan menjadi sinyal positif bagi investor, dimana kontinuitas dan transformasi tetap dijaga," ujarnya.

Selain itu, lanjut Raka, tidak adanya isu hukum yang berkaitan dengan Honesti Basyir juga bisa dikatakan sebagai salah satu indikator penting dalam melihat gejala pasar.

Ihwal pemanggilan Honesti Basyir oleh Kejari Bandung untuk dimintai keterangan, belum terlalu jelas subtansinya.

"Menurut saya sosok dengan rekam jejak BUMN yang kuat, reputasi bersih secara hukum, serta visi digitalisasi yang jelas, bisa membangun keyakinan terhadap arah Telkom ke depan," ujarnya.

Honesti Basyir juga merupakan sosok yang cukup akomodatif dan memiliki pengalaman yang kuat dalam membangun relasi dengan berbagai stakeholder.

Hal ini terbukti dengan berpindah-pindah jabatan dari dan ke BUMN lainnya, sebagai bentuk bahwa Honesti diterima para pemangku kebijakan. Artinya, Honesti dianggap mampu menahkodai BUMN dalam kondisi seperti apapun.

Terlebih, Telkom Group yang notabenenya merupakan rumah Honesti Basyir dan dibesarkan, tentu akan maksimal dalam mengemban amanah.

"Terlebih dalam konteks Holding BUMN dan konsolidasi sektor strategis supaya Telkomsel dan IndiHome, figur yang memiliki jejaring luas lintas sektor dan pengalaman transformasi seperti Honesti akan dinilai sebagai aset," ucapnya.

Kendati demikian, Raka memahami bahwa semua keputusan proses pemilihan Dirut Telkom berasal di tangan pemegang saham melalui RUPST mendatang, yang tak hanya mempertimbangkan kapasitas teknis semata, tetapi juga aspek keselarasan visi dengan Kementerian BUMN, terlebih dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), dan program strategis nasional lainnya.

"Secara keseluruhan, Honesti Basyir patut dipertimbangkan secara serius sebagai Dirut Telkom," tutupnya.

Merujuk LHKPN yang dilaporkan 30 Maret 2024, Honesti melaporkan harta kekayaannya mencapai Rp64,83 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp51,8 miliar di antaranya berbentuk tanah dan bangunan di Bandung, Yogyakarta, Jakarta Selatan, dan Tangerang Selatan.

Rinciannya, tanah dan bangunan di Bandung ada 6 bidang total Rp32,5 miliar. Yogyakarta ada 2 bidang tanah senilai Rp5,8 miliar, Tangerang Selatan ada 1 bangunan senilai Rp1,75 miliar, dan aset termahal berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp8,75 miliar.***