POJOKSATU.ID - Pasangan Calon (Paslon) Walikota Bekasi dan Wakil Walikota Bekasi Heri Koswara - Sholihin, berjanji akan memperluas jangkauan makan siang bergizi gratis.
Diketahui bahwa program makan siang bergizi secara gratis, merupakan program Presiden terpilih yakni Prabowo Subianto.
Untuk mensukseskan program makan siang bergizi gratis, Paslon tersebut mempersiapkan anggaran sekitar Rp 100 miliar.
"Heri-Sholihin berkomitmen mendukung penuh program Presiden Prabowo. Target kami 40 ribu anak sekolah tingkat SD dan SMP," kata juru bicara Heri-Sholihin, Achmad Rivai, Selasa, 12 November 2024.
Baca Juga : 11.553 Orang Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Menurut dia, pihaknya sudah melakukan kajian anggaran untuk mendukung program Makan siang bergizi secara gratis di wilayah Kota Bekasi.
"Dalam setahun kami membutuhkan anggaran sekitar Rp 100 miliar, untuk program makan siang bergizi secara gratis," ujar Achmad.
Dirinya menyebutkan, bahwa anggaran tersebut masih bisa di cover dengan APBD Kota Bekasi nantinya.
Baca Juga : Kapolri Turun Tangan di Kasus Supriyani, Dugaan Uang Damai Rp50 Juta Diselidiki Propam
Menurut dia, paket makan siang bergizi gratis yang diwacanakan yaitu Rp 10 ribu per paket, terdiri dari kabohidrat, protein dan vitamin. Secara hitungan, kata dia, Rp 10 ribu per paket selama 25 hari dan 10 bulan.
"Kami menghitung kegiatan efektif belajar-mengajar di sekolah yaitu 250 hari," kata Anggota DPRD dari Fraksi PAN ini.
Adapun targetnya, kata dia, sebanyak 40 ribu siswa baik di sekolah negeri maupun swasta, di luar data penerima program dari pemerintah pusat.
"Pelaksanaannya nanti tinggal mensinkronkan datanya saja, jadi tidak sampai ada sekolah atau siswa yang menerima dua kali," ungkap dia.
Baca Juga : Mitigasi Sampah Rumah Tangga: Kunci Menjaga Sungai Citarum Bersih
Sementara itu, Calon Walin Kota Bekasi Heri Koswara menambahkan, pihaknya berkomitmen mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama lima tahun ke depan.
"Program yang kami susus telah diselaraskan dengan program dari pemerintah pusat," ucap Heri Koswara.
Selain memberikan manfaatkan peningkatan gizi terhadap anak sekolah, kata dia, program itu juga bakal dirasakan oleh pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) di bidang kuliner.
“Penyedia bisa dari warung-warung makan atau komunitas di lingkungan, ini bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di masyarakat, tinggal nanti ada pengawasan kualitas bahan bakunya,” kata dia.***



