POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 10 tiang lampu mati (modar), sudah hampir satu bulan lampu tersebut dibiarkan mati belum ada yang membetulkan.

Padahal PJU tersebut sangat membatu warga masyarakat yang melintas setiap malam, karena jalan tersebut merupakan jalan akses menghubungkan beberapa desa lintas Kecamatan.

Lampu PJU yang mati itu jumlahnya ada 10 tiang, semuanya mati total sehingga saat malam hari bagi para pengendara yang melintas di jalan tersebut akan terasa merinding karena gelap total.

Baca Juga: Raffi Ahmad Kaget, Hard Gumay Beberkan Ciri-ciri Pengusaha Ternama Indonesia yang Memiliki Dendam terhadap Suami Nagita Slavina Itu

Lampu PJU yang mati total tersebut tepatnya di Desa Cirende, yaitu di jalan utama kabupaten penghubung bebererapa desa antar Kecamatan.

Atau tepatnya di Jalan Hutan Jati, sehingga bila malam hari dipastikan jalan tersebut menjadi gelap gulita karena kanan kiri jalan dipenuhi oleh pohon jati milik perhutani.

Kepala Desa Cirende, Hanapiah, saat di konfirmasi membenarkan bahwa PJU yang menerangi jalan kabupaten diwilyahnya padam sudah hampir satu bulan.

Baca Juga: Hari Pertama The Girl First Jakarta 2024: Ajak Para Gadis Bangun Kepercayaan Diri Bersama Nagita Slavina, Valencia, Tanoesoedibjo, sampai Feby Putri

“Itu akses jalan utama, kita sudah laporkan masalah tersebut ke Distarkim. Tapi belum kunjung di perbaiki,” ujar Hanapi, melalui sambungan seluller, Sabtu (25/05).

Namun, lanjut Hanapi, pihak Distarkim menyampaikan bahwa untuk masalah PJU saat ini ditangani oleh Dinas Perhubungan. Kewenangannya sudah berubah.

“Ke Dishub juga sudah kita sampaikan, bahkan sudah ada yang mengecek ke lokasi dari pihak Dishub,” tambah Hanapi.

Setelah di cek, ternyata ada kabel yang hilang dari gardu utama menuju ke tiang lampu PJU, sehingga membuat lampunya mati.

Baca Juga: Dihujat Gegara Video di Kelab Malam Bareng Gus Zizan, Zoe Levana : Aku Bukan Semurah Itu, Aku Juga Punya Harga Diri

“Kabelnya ada yang mencuri, pihak Dishub sudah mengetahui hal itu. Tinggal memasang kembali kabelnya kemungkinan akan bisa menyala lagi, tapi sampai saat ini masih dibiarkan mati,” jelas Hanapi.

Bukan hanya kepala desa yang berharap lampu PJU tetsebut segera hidup lagi, ada ribuan warga yang melintasi jalan utama tersebut berharap demikian.

Karena akses jalan utama yang membelah hutan jati itu, sangat membutuhkan penerangan agar para pengguna jalan yang melintas pada malam hari tidak merasa was-was dan merinding.***