POJOKSATU.id - Ika Setiyawati, seorang perempuan dari pelosok desa, dianugerahi Penghargaan Guru dan Kepala Madrasah Inspiratif Hari Guru Nasional oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia tahun 2020.

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi dan perjuangannya dalam dunia pendidikan inklusi.

Lahir pada 14 Juni 1993, Ika Setiyawati adalah lulusan Sarjana Sastra Jawa tahun 2015. Saat ini, ia mengabdikan diri sebagai guru honorer di salah satu madrasah di desanya.

“Meskipun tergiur oleh karir yang lebih menjanjikan di luar sana, saya tetap memilih untuk menjadi guru di sini,” ujarnya.

Baca Juga: GURU INSPIRATIF Poppy Indrawati Safitri, Jadi Selebgram Bukan Tujuan Utama, Belajarlah Kelola Potensi Diri

“Gaji seorang guru memang tidak seberapa, tetapi bagi saya, menjadi guru adalah panggilan jiwa,” ungkap Ika, bersungguh-sungguh.

Perjalanan Ika sebagai guru dimulai pada tahun 2015, ketika kepala madrasah menugaskannya sebagai guru program pendidikan inklusi. "Awalnya, saya tidak tahu apa itu pendidikan inklusi," kenang Ika.

"Saya merasa tugas ini sangat berat, harus membimbing anak-anak berkebutuhan khusus. Tapi dengan tekad yang kuat, saya mantapkan hati untuk menerima tugas tersebut," tuturnya.

Hari-hari awal Ika sebagai guru pendidikan inklusi dipenuhi dengan tantangan. “Rasa emosi, bingung, capek, kesal, bahkan sering menangis di setiap jam istirahat,” katanya.

Namun, kepala madrasah terus memberikan motivasi, yang menjadi pendorong bagi Ika untuk terus berjuang.

Baca Juga: GURU INSPIRATIF Indra Gunawan, Viral di Medsos Demi Mendukung Karya Siswa, Pembelajaran Jadi Lebih Efektif

Dengan latar belakang pendidikan yang bukan dari prodi pendidikan luar biasa, Ika menghadapi banyak tantangan. "Banyak hal yang asing bagi saya, seperti istilah-istilah psikologi," jelasnya.

Untuk mengatasi ketidaktahuannya, Ika rajin mencari informasi di internet dan membaca buku tentang anak berkebutuhan khusus.

Tahun demi tahun, program pendidikan inklusi di MI Ma’arif Keji yang dijalankan oleh Ika berjalan dengan baik meskipun masih banyak kekurangan.

"Kerja sama dengan berbagai lembaga seperti Ausaid, Unicef, Yayasan Terapi ABK, dan psikolog sangat membantu perkembangan program ini," ungkapnya.

Baca Juga: GURU INSPIRATIF Agita Violy dari RA Muslimat Kota Bekasi, Jadi Guru Inovatif Juara Kompetisi Apresiasi PAUD Indonesia Award 2024, Amanah Makin Besar

Namun, tantangan terus berdatangan. Ika harus sabar ketika menghadapi anak-anak yang belum bisa membaca di kelas 4, atau ketika anak-anak mengalami tantrum.

“Saya harus telaten, sabar, dan kreatif dalam mengajar mereka,” kata Ika. “Saya belajar banyak dari anak-anak ini tentang kehidupan yang sebenarnya. Mereka mengajarkan saya tentang kesabaran dan ketulusan.”

Dedikasi Ika membuahkan hasil yang luar biasa. Anak-anak berkebutuhan khusus di madrasahnya menunjukkan bakat-bakat mereka, seperti menghafal juz 30, fotografi, seni musik, dan olahraga. "Perkembangan mereka sangat luar biasa berkat dukungan lingkungan madrasah dan keluarga," ujar Ika dengan bangga.

Baca Juga: Kisah Soma Syafaati, Pengabdi Setulus Hati, Guru ABK Berprestasi, Pejuang Pendidikan Sejati

Keberhasilan program pendidikan inklusi di MI Ma’arif Keji juga mendapatkan perhatian media. “Madrasah kami sering diliput oleh TV dan media massa,” katanya.

Keberhasilan ini juga membawa berkah bagi Ika. Pada tahun 2017, ia mendapatkan beasiswa S2 dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yang memungkinkannya meraih gelar Magister Manajemen Pendidikan Islam di UIN Walisongo Semarang.

“Ilmu yang saya dapatkan Insya Allah akan saya amalkan untuk mengelola program pendidikan inklusi di MI Ma’arif Keji,” kata Ika.

Baca Juga: Sosok Zuraida, Guru Penggerak yang Diperkenalkan Saat Pembukaan PGP Angkatan 11, Kunjungi Rumah Siswa Saat Banjir

“Saya dan semua guru di sini berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri demi mencerdaskan anak bangsa, terutama anak-anak berkebutuhan khusus,” tekadnya.

Penghargaan yang diterima Ika Setiyawati bukan hanya pengakuan atas kerja kerasnya, tetapi juga inspirasi bagi semua guru di Indonesia untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak-anak bangsa. ***