POJOKSATU.ID – Polemik hukum yang menyeret Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, setelah dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh H. Handoyo melalui kuasa hukumnya Cecep Suhardiman terkait dugaan penggelapan dana Rp20 miliar, menuai perhatian akademisi.

Guru Besar Hukum Tata Negara, Prof. Dr. Sugianto, SH, MH menilai persoalan tersebut sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut. Ia mendorong adanya jalan tengah demi menjaga stabilitas pemerintahan dan kepentingan masyarakat Cirebon.

“Alangkah baiknya Wali Kota Effendi Edo bersama Wakil Wali Kota Siti Farida berkomitmen membangun masyarakat Cirebon. Membangun daerah itu harus dilakukan bersama, tidak hanya eksekutif, tetapi juga DPRD sebagai mitra kerja,” ujar Sugianto. Rabu (17/9/2025)

Menurutnya, pembagian peran antara wali kota dan wakilnya sangat penting sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. 

Baca Juga: Modus Tipu-Tipu Ditabrak Muncul di Cirebon, Warga Resah

Dengan lima kecamatan dan 22 kelurahan, Cirebon membutuhkan kolaborasi kuat agar roda pemerintahan berjalan efektif.

“Wali kota bisa berbagi tugas dengan wakilnya. Bahkan saya sarankan duduk bersama, istilahnya ngopi sambil mencari solusi terbaik untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Sugianto juga mengingatkan agar Effendi Edo maupun Handoyo yang merupakan suami Wakil Wali Kota tidak terjebak konflik berkepanjangan. Ia menekankan pentingnya rekonsiliasi demi menjaga wibawa pemerintahan di mata publik.

“Keduanya perlu islah. Tidak baik bila pertentangan ini terus dipertontonkan. Justru sekarang saatnya wali kota menunjukkan sikap negarawan dengan fokus mensejahterakan rakyat,” tegasnya.

Baca Juga: Kompolnas Bakal Klarifikasi Polri Isu Perselingkuhan Kompol Anggraini Putri dengan Irjen KM

Lebih jauh, Sugianto menyebut masyarakat menunggu bukti nyata dari pasangan wali kota–wakil wali kota yang terpilih dalam Pilkada 2024 dan dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 itu.

“Kunci utama pemerintahan adalah kesejahteraan masyarakat. Bila diperlukan, saya siap hadir memediasi agar konflik ini segera selesai,” pungkasnya.****