POJOKSATU.id YOGYAKARTA - Selama tiga hari Komunitas Pelestari Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) melakukan kelana ke Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai 21 sampai dengan 23 November 2025.
Dengan tema "Besar Mahakarya Pesona Pedang Parang Golok 2025", rangkaian acara dikemas apik melalui pameran, saresehan, sinau pusoko di Pendopo Taman Siswo area Museum Ki Hajar Dewantara Yogjakarta.
Baca Juga: KDM Dorong Daerah di Jabar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana
Hadir dalam acara Mayjen DR Rido Hermawan Deputi Kebangsaan Lemhannas RI sebagai Pembina GPSN, Gusti Prabu Kusumo, G. Borlak penasehat GPSN, Ridho Pulungan Pengawas GPSN, segenap tokoh GPSN, Reza Suria Negara direktur Mahakarya Bumi Hambalang dan Tuan Rumah Dekan Fak Teknik UST Iskandar Yasin.
Gatut Susanta selaku Ketua Panitia mengatakan, ada 60 stand Pusaka dari Jabar, Banten, DKI, Jateng, DIY, Jatim, NTT, Kalimantan serta ada stand kusus Baduy, Betawi, Madura, Dayak, Galuh.
Gatut menyebutkan, saat ini GPSN sedang ikhtihar Golok Road to UNESCO, sehingga perlu sosialisasi dan dukungan semua fihak terutama Jogjakarta yang telah mensupport tradisi nusantara seperti keris, batik, wayang yang terlebih dahulu telah masuk UNESCO.
Baca Juga: BRIN Siap Tampung Lulusan Sekolah Garuda, Bangun Ekosistem Riset dan Inovasi Jangka Panjang
"Perjalanan ke Jogjakarta sebagai sarana penguat tekat gerakan GPSN dan melanjutkan Program berikut GPSN ROAD TO CAMPUS dan berkelana ke Jawa Timur, Sumatera, Bali dan lainnya," tutup Gatut



